Fresh Graduate Survival Guide: Dari Pencari Kerja Jadi Pekerja Baru
Karier | 09 Nov 2022 | By Yehezkiel Faoma Taslim
Fresh Graduate Survival Guide: Dari Pencari Kerja Jadi Pekerja Baru

Happy graduation! Now you’re officially unemployed.

Welcome to the fresh graduate life! Ini mungkin adalah momen yang paling kamu tunggu, berhasil lulus dengan gelar yang sudah di perjuangkan selama 4 tahun. Tapi bentar, ini bukan berarti perjuanganmu sudah berakhir!

Justru, kelulusan adalah gerbang awal menuju kehidupan yang sebenarnya. Kamu akan menghadapi ditanya “Sekarang udah kerja di mana?”, bingung cara buat CV yang ATS-friendly, khawatir soal interview kerja, dan lain-lain. Dan jika itu semua sudah dilewati, kamu akan masuk ke dunia kerja yang penuh dengan tantangannya tersendiri.

Data dari BPS menunjukkan bahwa jumlah pengangguran sebesar 14% didominasi oleh lulusan diploma dan sarjana. Hal ini kian diperparah dengan perusahaan yang masih mencoba untuk mengembalikan penghasilan utamanya setelah sempat menurun ketika pandemi.

Waktu akhirnya dapat offering letter juga ternyata masih ada banyak lagi yang harus dihadapi: cara manajemen waktu dengan baik, beradaptasi di lingkungan kerja baru, atau berhadapan sama teman kantor yang toxic.

Namun gak perlu khawatir, karena di sini kamu akan dibimbing mengenai fase transisi dari seorang fresh graduate sampai akhirnya menjadi pekerja baru. Dengan beberapa tips, seperti membuat CV dan resume sesuai kaidah, bagaimana menghadapi proses interview kerja, hingga tips & trick beradaptasi di lingkungan kerja pada pekerjaan pertamamu!

 


 

 

Part I: From Student To Talent

1. Kerja sesuai passion? Emangnya penting?

2. Merasa salah jurusan? Jangan khawatir!

3. Apa itu fresh graduate syndrome?

4. Apakah aku butuh internship?

5. Cari lowongan? Perhatikan 3 hal ini

 

Part II: Be An Outstanding Candidate

6. Membangun personal branding

7. Personal branding ft. online presence

8. Challenge accepted: Sukses lolos screening CV/resume

9. Culture fit: Cocokkah kamu dengan budaya perusahaan?

10. Things I wish I knew #1: HR interview

11. Things I wish I knew #2: User interview

 

Part III: Jobseeker Mind Games

12. Mitos atau fakta: Introvert susah dapat kerja?

13. Fixed mindset vs growth mindset

 

Part IV: First Day At Your First Job

15. Welcome, wahai pekerja baru!

16. Overwhelmed di kantor baru: Normalnya adaptasi berapa lama?

17. Jangan takut memberikan saran di lingkungan kerja

18. Budak korporat juga manusia

 

Finally!

Bagian ini akan membahas mengenai bagaimana seorang fresh graduate melangkahkan pijakan pertamanya agar menjadi kandidat yang dilirik oleh berbagai recruiter perusahaan.

1. Kerja sesuai passion? Emangnya penting?

Berdasarkan survei oleh Indeed, 60% dari para pemberi kerja mengatakan bahwa kurangnya minat dalam bekerja menyebabkan karyawannya tidak bergairah dalam menjalankan pekerjaan rutinnya.

Dari sini dapat dilihat bahwa kerja sesuai passion dapat berdampak kepada bagaimana kamu dalam menjalankan pekerjaanmu, dan lebih pentingnya, mempengaruhi kebahagiaan dan produktivitas kamu ketika bekerja.

Namun, mungkin kamu pernah mendengar orang lain bilang:

  • “Kerja mah emang nggak asik.”

  • “Mau kerja apapun juga cuma bikin pusing sama stress.

  • “Ah, kerjaan yang bermakna itu hanya mitos.”

Bekerja sesuai passion sebenarnya dapat mempengaruhi perjalananmu dalam jangka panjang. Selain dirasa enjoy dan bahagia ketika mengerjakan sesuatu, bekerja sesuai minat juga mempercepat proses untuk mencapai tujuan akhirmu nanti, karena setiap pekerjaan akan dilakukan dengan senang hati dan penuh semangat. 

Maka dari itu, kalian yang masih berstatus fresh graduate mempunyai poin plus karena masih berada di tahap awal untuk mengejar karier kerja yang sesuai dengan passion-mu. Kenali dirimu dan ketahui apa sih passion kerjamu.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Cara menemukan passion dalam bekerja

Cara yang paling cepat dan mudah untuk menemukan minat dan ketertarikan pada suatu pekerjaan cukup gampang, yaitu dengan refleksi diri mengenai hal-hal apa yang dapat membuatmu terus bahagia, penuh semangat, dan dengan senang hati mengerjakan berbagai aspek pekerjaannya. 

Untuk membantu kamu dalam merefleksikan diri, tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri kamu:

  • “Pekerjaan apa yang membuatku semangat?”

  • “Jenis pekerjaan apa yang dapat membuatku berkomitmen?”

  • “Hal apa yang dapat menghabiskan uang dan waktuku?”

  • “Topik apa yang sering dibahas bersama dengan orang lain?”

  • “Kelebihan apa yang aku miliki?”

Untuk membantu kamu dalam merefleksikan diri, tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri kamu:
“Pekerjaan apa yang membuatku semangat?”
“Jenis pekerjaan apa yang dapat membuatku berkomitmen?”
“Hal apa yang dapat menghabiskan uang dan waktuku?”
“Topik apa yang sering dibahas bersama dengan orang lain?”
“Kelebihan apa yang aku miliki?”

 

2. Merasa salah jurusan? Jangan khawatir!

Terkadang setelah menginjak semester akhir perkuliahan atau lulus sebagai fresh graduate, kita baru menyadari bahwa empat tahun pendidikan yang kita tempuh nyatanya berbanding terbalik dengan minat atau passion kerja yang ingin kita capai. Hal ini sebenarnya bukan hanya beberapa orang saja yang merasa salah jurusan.

Salah satu ahli observasi anak mengatakan bahwa 87% mahasiswa Indonesia mengatakan bahwa mereka merasa salah jurusan. Banyak faktor-faktor yang dirasa sangat memberatkan mahasiswa untuk melakukan pindah jurusan. Oleh karena itu, kebanyakan dari mereka yang merasa salah jurusan akhirnya hanya bisa memilih bertahan sampai akhir.

“Bekerja melenceng dari jurusan bukanlah hal yang buruk, jika kamu punya keterampilan di bidang yang kamu sukai.”

Namun, apakah salah jurusan merupakan akhir akhir dari menggapai cita-cita karier pekerjaanmu? Jangan khawatir, nyatanya salah jurusan bukan berarti hanya hal buruk yang menghampirimu. Berikut alasan-alasan yang mengapa kamu tidak perlu khawatir jika merasa salah jurusan.

  1. Jurusan kuliah tidak mendefinisikan siapa dirimu

  2. Jurusan tidak menjadi penentu karier

  3. Kamu tetap mendapatkan banyak ilmu dan relasi

  4. Siasati dengan networking di bidang yang kamu minati

  5. Dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda

  6. Kamu masih bisa mengikuti magang

  7. Akan selalu ada peluang karier

  8. Salah jurusan bukanlah akhir dari segalanya

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Hadapi kebingunganmu dengan tips ini!

Kebingungan, kegelisahan, dan kehilangan arah sebenarnya umum sering terjadi dan dirasakan oleh para fresh graduate. Hal ini terjadi dikarenakan orang-orang terdekat yang biasanya ada di sekitarmu perlahan mulai menghilang karena sudah sibuk menempuh hidupnya masing-masing.

Kamu juga sadar bahwa titel sarjana saja tidak cukup untuk mencapai karier impian. Kamu juga mendapat tekanan dari berbagai pihak, terutama keluarga, yang semakin mengganggu keseharianmu. 

Walaupun begitu, jangan jadikan alasan-alasan tersebut untuk kian terpuruk menghadapi kehidupanmu. Semua orang berlomba-lomba untuk mencapai impian dan cita-citanya, dan kamu juga gak boleh kalah!

Agar kamu dapat terus fokus tanpa terhalang berbagai kebingungan dan kegelisahan sebagai fresh graduate, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

Kenali dirimu sendiri

Rasa bingung dan gelisah muncul karena kamu yang masih belum mengenal dirimu dengan baik. Hal ini menjadi langkah pertama kamu sebelum mengambil langkah-langkah berikutnya demi mencapai kehidupan yang kamu impikan.

Terdapat dua faktor utama, yaitu karier dan masa depan, yang selalu menghantui pikiranmu setiap hari. Hal ini mulai terjadi ketika kamu sudah berapa di semester akhir perkuliahan, lulus dan berstatus fresh graduate, dan fokus mencari pekerjaan pertamamu sebagai pencari kerja. 

  • “Bekal ilmu dan pengalaman waktu kuliah cukup nggak ya buat kerja?”

  • “Langsung lanjut S2 atau kerja dulu ya?”

  • “Aku bisa meniti karier di perusahaan D, kan?”

  • “Aku bisa sukses nggak ya?”

Kamu dapat mengatasi kegelisahan, kebingungan, serta kehilangan arahmu dengan mulai melakukan identifikasi diri, mengenali, dan mengetahui apa yang sebenarnya kamu inginkan. Salah satu cara yang dapat membantumu untuk mengenal dan mengidentifikasi diri mengenai passion dan ketertarikanmu dengan menggunakan psikotes online yang dapat menganalisa dengan cara yang fun dan unik seperti di Dreamtalent.

Setelah kamu mengetahui minatmu, passion-mu, dan bakatmu, kamu bisa lanjut untuk menentukan rencana apa lagi yang harus kamu tempuh untuk menggapai impian dan tujuan yang kamu inginkan. Kamu bisa menyusun rencana kamu seperti berikut:

  1. Mengevaluasi apa saja yang sudah kamu lakukan selama masa pendidikan dan apa yang kamu dapatkan dalam prosesnya.

  2. Mengetahui keahlian apa yang kamu perlu kamu pertajam untuk bisa mendapatkan pekerjaan impianmu.

  3. Menulis hal apa saja yang benar-benar ingin kamu lakukan di masa depan.

Tingkatkan keterampilan kamu secara online

Setelah mengenal diri dan mengetahui impian dan tujuanmu, hal yang harus kamu lakukan sekarang selanjutnya yaitu meningkatkan keterampilan yang dapat membantu kamu untuk mencapainya. Terlebih, masih banyak tantangan yang harus dihadapi setelah kamu masuk ke dunia baru tersebut, kamu harus cepat beradaptasi dan terus meningkatkan kemampuan agar dapat bertahan.

Saat ini, kamu sudah sangat mudah untuk dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan, bahkan kamu bisa melakukannya di dalam kamar secara online melalui berbagai macam platform pendidikan seperti Google Skillshop, Coursera, Udemy, Skill Academy, dan lain sebagainya.

Kamu bisa mengikuti kursus atau kelas mengenai keterampilan yang dapat membantumu mencapai karier impian atau keterampilan-keterampilan umum  lainnya seperti berikut.

  • Kemampuan bahasa asing. Bahasa adalah jembatan agar kamu bisa terhubung dengan dunia lain yang lebih luas. Oleh karena itu tentunya dapat memberikan banyak manfaat dalam kelancaran mencapai kariermu. 

  • Meningkatkan soft skills. Soft skills sulit dikembangkan karena sifatnya yang sulit diukur. Beberapa soft skills yang penting dalam berkarier adalah public speaking, time management, critical thinking, leadership, analytical thinking, dan masih banyak lagi.

  • Kembangkan hard skills akan dibutuhkan industri. Beberapa diantaranya yaitu desain grafis, copywriting, dan data collecting karena saat ini banyak perusahaan yang sedang membutuhkan seseorang dengan keterampilan tersebut. 

 

Kamu bisa mengikuti kursus atau kelas mengenai keterampilan yang dapat membantumu mencapai karier impian atau keterampilan-keterampilan umum  lainnya seperti meningkatkan kemampuan bahasa asing, menigkatkan soft skills, dan mengembangkan skill yang dibutuhkan saat ini. 

Meningkatkan keterampilan dan kemampuan dapat membantu kamu untuk mencapai kualifikasi yang dibutuhkan pada karier impianmu sehingga dapat meningkatkan peluang untuk mencapainya.

Temukan dan ikuti kelas-kelas dan kursus yang memiliki sertifikasi resmi agar bisa kamu cantumkan di CV, portfolio, maupun profil LinkedIn sebagai personal branding-mu.

Cari magang 

Sebagai fresh graduate, kamu akan menerima banyak manfaat ketika mengikuti program magang. Kamu akan memperoleh banyak pelajaran dan keterampilan yang tidak hanya berguna untuk kehidupan karier-mu, tapi juga bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut College Raptor, beberapa hal yang dapat kamu dapatkan dari menjalani program magang adalah sebagai berikut:

  • Paham cara berkomunikasi secara profesional.  Melalui pengalaman yang kamu hadapi ketika magang, kamu akan mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan atasan, klien, atau rekan kerja di lingkungan kerja.

  • Membangun relasi dan koneksi. Program magang akan mempertemukanmu dengan berbagai macam orang yang telah berpengalaman di bidangnya tersendiri untuk membangun network yang berharga.

  • Belajar menentukan prioritas. Kamu akan terlatih dalam menentukan prioritas dan mengatur berbagai tugas dan tanggung jawab yang akan diberikan.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

3. Apa itu fresh graduate syndrome?

Fresh graduate syndrome adalah kondisi di mana kamu merasa stress atau overthinking berlebih, umumnya terjadi beberapa bulan sebelum lulus sampai akhirnya kamu menjadi pekerja baru. Faktanya, perasaan itu cenderung bertahan lama jika tidak adanya faktor lingkungan yang mendukung untuk perubahan.

Ini termasuk perasaan sedih atau bahkan takut saat mulai memikirkan masa depan, sehingga terjadi gangguan seperti pola tidur yang berantakan, sulit berkonsentrasi, bahkan cenderung menarik diri dari pergaulan baik secara langsung atau melalui laman sosial media.

Tapi kamu tidak sendirian. Fresh graduate syndrome adalah fase yang umum dirasakan di kalangan orang-orang yang baru saja lulus.

Profesional kesehatan mental mengakui bahwa banyak fresh graduate mengalami anxiety atau depresi selama transisi besar dari mahasiswa menjadi pekerja baru. Di West Virginia University, Dr. Bernard Lushkin menyebutkan bahwa berbagai reaksi stres yang muncul terhadap suatu perubahan sebagai Post Commencement Stress Disorder atau PCSD. 

Dan tentunya, kamu juga tidak sendirian dalam menghadapinya.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Mengatasi insecurity sebagai fresh graduate

Pertanyaan seperti “Kapan lulus?”, “Kapan kerja?”, “Kapan nikah?” dan kapan-kapan lainnya pastinya akan membuat rasa insecure memuncak oleh para kaum fresh graduate ketika semua pertanyaan tersebut memang belum mendapatkan jawabannya.

Meskipun perasaan ini adalah suatu hal yang wajar ketika kamu baru lulus kuliah, tapi insecure tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kamu harus berusaha untuk menghadapi dan mengatasinya.  Berikut adalah beberapa cara untuk meminimalisir rasa insecure sebagai fresh graduate.

Kenali dan terima perasaan insecure

Tanya pada diri sendiri, seperti apa yang membuatmu tidak nyaman? Mengapa kamu merasa rendah diri dan sulit mendapatkan pekerjaan?

Let’s say, kamu insecure karena merasa punya kekurangan sehingga belum kunjung mendapat pekerjaan dari setelah lulus kuliah hingga berbulan-bulan berstatus pencari kerja. Kamu bisa membuat list kekurangan tersebut dan menentukan langkah untuk improve dirimu.

Namun, kamu juga harus ingat bahwa kamu memiliki banyak kelebihan. Hanya saja, perasaan insecure itu kadang menutupinya.

Jadilah tegas dan berani

Hanya kamu yang bisa menentukan pikiranmu sendiri. Maka dari itu, jadilah tegas dan berani untuk melawan pikiran-pikiran buruk yang membuatmu merasa insecure

“Remember, you are the master of your very own mind.”

Kamu bisa mulai dari menumbuhkan keberanian dalam mengambil langkah-langkah kecil untuk mengatasi kurangnya kepercayaan diri.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perasaan insecure telah membentuk siklus yang sangat tidak nyaman dalam hidupmu. Maka dari itu, kamu harus bisa mengubahnya menjadi siklus yang baik. 

Konsisten membangun percaya diri

Setelah mengenali alasan mengapa kamu merasa insecure, memvalidasi perasaanmu, dan berani mengambil langkah untuk mengatasi perasaan tersebut, hal yang harus kamu lakukan sekarang adalah menjadi konsisten untuk terus mengulang kebiasaan baik tersebut setiap harinya.

“Consistency is key.”

Kamu bisa membuat pengingat untuk selalu berkata-kata baik pada dirimu sendiri. Kamu bisa lebih banyak melihat kelebihanmu di Dreamtalent untuk kemudian kamu kembangkan lagi, sekaligus untuk menyiapkan perjalanan transisi dari fresh graduate, pencari kerja, dan menjadi pekerja baru..

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Menemukan potensi terbaik kamu

Saat proses pencarian potensi diri itu, kamu mungkin kehilangan arah tujuan hidupmu. Kamu melihat teman-temanmu sudah mulai menemukan potensi dirinya masing-masing, kemudian kamu merasa insecure karena kamu masih clueless tentang langkah hidupmu selanjutnya.

Namun, sebenarnya kamu tidak harus lebih baik dari orang lain. Kamu hanya perlu lebih baik dari dirimu sebelumnya. Oleh karena itu, kamu harus berusaha untuk menemukan potensi terbaikmu. Beberapa cara ini bisa membantumu menemukan potensi tersebut.

Mulai dengan langkah kecil

Sekarang setelah memiliki sesuatu untuk dituju, lakukan brainstorming untuk menemukan cara-cara agar bisa membuatmu mencapai tujuanmu. Coba mulai dengan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut.

Meskipun hanya langkah kecil, tapi hal ini menunjukkan bahwa kamu sudah mengambil tindakan untuk semakin dekat dengan tujuanmu. Langkah kecil tersebut telah membuatmu lebih baik dari dirimu sebelumnya karena kamu telah membuat perubahan.

Buat success list

Acapkali, kamu butuh diingatkan bahwa kamu sudah berusaha keras dan mencapai banyak hal dalam hidupmu. 

Saat berada pada situasi sulit, kamu sering merasa hopeless dan merasa bahwa dirimu tidak cukup baik. Nah, success list ini akan selalu mengingatkan kamu bahwa pikiran itu nggak bener.

“Harus tetap merasa percaya diri dalam kondisi apapun.”

Success list adalah daftar tulisan yang berisi hal-hal yang pernah kamu capai dalam hidupmu. Kamu bisa menulisnya di buku atau bahkan di blog pribadimu. 

Catat semua pencapaian itu dari yang terbesar hingga terkecil sekalipun. Begini contohnya:

Pada success list kamu bisa menuliskan semua pencapaian dari yang terbesar hingga terkecil sekalipun. Beberapa contohnya sebagai berikut:
Konsisten minum 2 liter air mineral setiap hari
Rutin olahraga seminggu tiga kali
Ada 50 orang yang baca postingan blog
Bisa masak sayur sop yang enak
Bisa lulus kuliah tepat waktu
Lolos wawancara tahap 1 di perusahaan besar
...dan masih banyak lagi.

Jika menurutmu suatu hal yang telah kamu lakukan adalah sebuah pencapaian, tulis saja di success list-mu. Saat kamu meragukan dirimu sendiri lagi, kamu bisa membaca daftar tersebut. Hal itu bisa membuatmu mengingat bahwa kamu bisa melakukan banyak hal-hal keren.

Bagaimanapun, pencapaian besar adalah kumpulan dari pencapaian kecil yang bermakna. Rasa percaya diri akan selalu tumbuh saat kamu sadar bahwa kamu sedang dalam proses mencapai sesuatu. 

Saat merasa percaya diri, kamu akan terus memunculkan potensi terbaikmu karena kamu tidak lagi meragukan dirimu sendiri.

Buat standarmu sendiri 

Jangan pernah berpikir bahwa pencapaianmu terlalu kecil untuk dibanggakan. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain memang nggak akan ada habisnya. 

Jika terus membandingkan diri dengan orang lain, kamu akan terjebak dalam siklus yang tidak akan membawamu ke mana-mana karena kamu selalu merasa lebih ‘kurang’.

Maka dari itu, buatlah standar atau tolok ukur untuk dirimu sendiri. Jangan ragu untuk bangga pada diri sendiri saat membuat kemajuan. Memang, beberapa orang maju lebih cepat daripada yang lain. But, that’s okay

“Life is not a sprint — it's a marathon.”

Kamu hanya perlu fokus pada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan diri sendiri daripada membandingkan diri dengan orang lain. Meskipun selangkah demi selangkah, hal yang terpenting adalah kamu terus berjalan.

Fokus pada perkembangan diri sendiri akan membuatmu menemukan potensi terbaikmu. Saat sudah menemukan potensi dirimu, kamu akan lebih mudah untuk mencapai tujuanmu.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Merasa stuck? Lakukan ini untuk perkembangan diri

Mengenal diri sendiri adalah perjalanan panjang yang akan kamu lakukan seumur hidup. Dalam proses tersebut, kamu pasti mencoba berbagai cara seperti: 

Tahap selanjutnya setelah mengenal diri, minat, dan potensimu adalah mengembangkannya agar menjadi kemampuan yang bisa kamu gunakan baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan kariermu.

Sederhananya, pengembangan diri adalah proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan keterampilan baru. Nah, berikut ada tips yang dapat kamu lakukan untuk terus mengembangkan diri sebagai fresh graduate. Yuk, simak!

Terapkan growth mindset

Mindset atau pola pikir berperan sangat penting sebagai penentu langkah-langkah yang akan kamu ambil ke depan. Kamu pasti sudah tahu bahwa terdapat dua jenis mindset, yaitu fixed mindset dan growth mindset.

Ketika kamu memiliki fixed mindset, kemungkinan besar kamu akan menghindar dari tantangan karena tidak siap keluar dari zona nyaman, membuat kesalahan, dan merasa malu. 

Namun, hal tersebut justru menjadi penghambat untuk berkembang karena takut berbuat salah malah membuatmu menghindari tantangan dan pengalaman baru—pengalaman yang akan membantumu untuk tumbuh, berangsur-angsur memperbaiki diri, dan mencapai tujuan yang kamu inginkan.

Maka dari itu, kamu harus menerapkan growth mindset untuk terus mengembangkan diri. Dengan mindset ini, kamu akan menikmati tantangan, meskipun kamu tahu bahwa selalu ada risiko di baliknya.

Tingkatkan resilience

Resilience adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap kuat bertahan dalam situasi sulit. Skill ini membantumu bangkit kembali dengan cepat setelah mengalami situasi yang membuatmu jatuh.

Kemampuan sangat dibutuhkan di masa transisi pada kehidupanmu saat ini, baik dari setelah lulus dan berstatus fresh graduate saja kamu sudah menempuh banyak tantangan yang harus dilalui, apalagi ketika mulai aktif sebagai pencari kerja, lalu berkesempatan menjadi  pekerja baru dan mulai beradaptasi pada lingkungan kerja yang benar-benar baru.

Resilience perlu dimiliki dan ditingkatkan untuk membuat dirimu bisa terus berkembang. Ini adalah salah satu keterampilan paling penting untuk sukses. Kita semua tahu bahwa jalan menuju kesuksesan bukanlah jalan yang mulus, ada banyak masalah dan kegagalan yang harus dilewati.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Belajar skill baru

Tanya dirimu sendiri, kira-kira kamu suka pekerjaan di bidang apa? Industri kreatif seperti membuat konten, menulis, dan bernyanyi? Atau kamu senang aktivitas seru di dapur seperti memasak dan membuat kue? Bisa juga cari pengalaman yang sekiranya akan dibutuhkan lima sampai sepuluh tahun kedepan.

Misalnya belajar tentang dunia software. Atau mungkin kamu merasa perlu pengembangan soft skill seperti public speaking dan bagaimana caranya menjalankan teamwork dengan baik.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

4. Apakah aku butuh internship?

Internship atau magang adalah cara yang baik dan lumayan seru untuk menghabiskan liburan semester untuk mendapatkan paparan, pengalaman, dan memanfaatkan kehidupan mahasiswa dengan sepenuhnya.

Tapi jika menurut kamu internship itu hanyalah buang-buang waktu dan lebih mending tinggal di rumah, main game, dan tidur jam 4 pagi, coba pikir lagi.

Membayangkan harus bekerja mungkin agak seram terutama untuk para murid dan/atau fresh graduate dengan pengalaman yang sangat sedikit atau tidak ada sama sekali, namun percayalah bahwa internship will be worth it.

Mengapa harus mengikuti internship?

Mengisi resume

Kebanyakan fresh graduate kesulitan untuk mengisi resume lebih dari setengah halaman. Tentunya ada yang dapat dilakukan untuk mengisi resume?

Internship adalah jawabannya. Dengan itu, kamu dapat mengisi bagian “Pengalaman” dalam resume yang akan sangat membantu dalam proses job hunting nantinya. Terutama ketika perusahaan lebih peduli tentang apa yang kamu bisa lakukan daripada nilai yang kamu dapat, mengikuti internship adalah cara untuk menonjol di antara para pencari kerja lainnya.

Bertemu orang-orang menarik

Dapat duit

Salah satu hal yang paling membuat internship menarik adalah kamu akan digaji. Apa lagi cara yang lebih baik untuk menghabiskan libur semester dengan mendapatkan pengalaman dan uang? Jika kamu hanya ingin mencari uang, pekerjaan paruh waktu seperti barista saja akan cukup. Tapi jika kamu ingin belajar, terpapar dengan industri, dan mendapatkan pengalaman kerja, internship adalah jawabannya.

Tetapi ada juga banyak internship yang tidak dibayar. Biasanya, pengalaman dan networking saja sudah cukup untuk mengorbankan gaji, tapi tetap pikirkan dan pretimbangkan jika setimpal, atau untuk menunggu kesempatan internship yang dibayar nantinya.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

5. Cari lowongan? Perhatikan 3 hal ini

Setelah kamu menemukan passion dan ketertarikanmu pada suatu pekerjaan, membangun berbagai keterampilan dan kemampuan untuk menunjang karier tersebut, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan terlebih dahulu demi kelancaran sebagai pencari kerja..

Job description / deskripsi pekerjaan

Job description merupakan suatu list berisikan hal- hal yang akan dikerjakan pada posisi tersebut. Kamu harus melihat apakah deskripsi dari pekerjaan tersebut selaras dengan title dari lowongan kerja yang dibuka. Sesuaikan kemampuan yang kamu miliki dengan deskripsi yang hendak dilamar. 

Jangan sampai kamu melamar pekerjaan dengan deskripsi kerja yang tidak dikuasai ataupun tidak bisa dipahami. Oleh karena itu, pahami kapasitas diri untuk mempermudah dan memastikan peluangmu berstatus pekerja baru.

Qualification / kualifikasi 

Jika job description berisikan list mengenai tugas yang akan dikerjakan, qualification atau kualifikasi merupakan list yang menjabarkan mengenai keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki oleh pelamar pada suatu pekerjaan.

Biasanya, pada beberapa level posisi pekerjaan diharuskan untuk memiliki pengalaman 2-3 tahun. Kamu yang masih fresh graduate tentunya sudah tidak masuk pada kualifikasi tersebut, sehingga jika kamu paksakan untuk melamar pada posisi tersebut pastinya akan menurunkan peluangmu diterima pada posisi yang dilamar. 

Kualifikasi yang dituliskan pada suatu lamaran kerja biasanya hanya kualifikasi minimal atau basic requirements untuk dapat bekerja pada posisi tersebut. Maka dari itu, sesuaikan pengalaman dengan persyaratan yang tertera pada suatu lowongan pekerjaan.

Kredibilitas perusahaan

Kredibilitas perusahaan perlu kamu perhatikan dengan baik agar posisi yang kamu lamar bukanlah posisi yang terdapat pada suatu perusahaan fiktif. 

Jika website yang digunakan tidak profesional, seperti menggunakan domain gratis (blogspot, wordpress) dan bukan domain perusahaan (.com, .id, .co.id), desain website yang terkesan seadanya, dan minimnya company profile sudah dipastikan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan fiktif.

Kamu juga dapat melihat melalui alamat e-mail yang digunakan baik oleh perusahaan maupun HR dan recruiternya, perusahaan yang valid pastinya akan menggunakan alamat email perusahaan yang sama. 

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada lowongan kerja seperti job description, qualification, dan company credibility. Kamu juga harus waspada terhadap beberapa aspek seperti adanya permintaan uang, meminta informasi yang personal, terdengar terlalu bagus, alamat perusahaan fiktif, dan website company yang tidak resmi.

Cara mendeteksi penipuan rekrutmen

“Selamat, lamaran kamu diterima! Kamu tidak ingat pernah kirim lamaran, tapi perusahaan ini ingin merekrut kamu sekarang juga! Kamu hanya perlu bayar biaya administrasi dan mereka akan hubungi kamu selanjutnya.”

Tunggu dulu. Kok terdengar seperti penipuan? Para penipu adalah orang-orang yang cukup kreatif, dan rekrutmen pun tidak bebas dari mereka. Mencari kerja itu sudah cukup melelahkan secara mental dan emosional, sehingga seorang fresh graduate dan pencari kerja seperti kamu menjadi lebih rentan untuk masuk jebakan lowongan palsu.

Mari lihat apa saja ciri-ciri lowongan kerja palsu, agar kamu tidak terkena penipuan dan bisa menjalani proses mencari kerja yang aman dan lancar.

Minta uang

Apabila perusahaan meminta biaya untuk proses rekrutmen, dapat dipastikan bahwa itu lowongan kerja palsu. Perusahaan tidak akan pernah memungut biaya pada kandidatnya. Oleh karena itu, hati-hati jika perusahaan meminta hal tersebut.

Biaya administrasi atau pengeluaran apapun seharusnya ditanggung oleh perusahaan sendiri, bukan oleh kamu. Intinya mencari kerja kan agar kamu bisa dibayar, bukan sebaliknya.

Jika tidak, wah… bisa bisa kamu sebagai pencari kerja bisa cepat boncos karena setiap mengikuti lamaran kerja harus menghabiskan uang tabunganmu…

Meminta informasi yang personal

Selalu lindungi privasi kamu saat mencari kerja. Mulai berhati-hati jika “recruiter” meminta informasi yang terlalu sensitif di awal-awal proses (bahkan sebelum interview kerja), seperti:

  • Nomor rekening bank

  • Nomor kartu kredit

  • Nomor KTP

  • Nomor identifikasi lainnya

Informasi seperti ini biasanya hanya dibutuhkan saat kamu sudah diberikan dan menerima penawaran kerja, untuk tujuan membuat kontrak dan memasukkan data kamu di daftar payroll. Para penipu bisa saja membuat alasan seperti “background check kredit”, namun jika diminta sebelum adanya penawaran kerja, biasanya itu hanyalah penipuan.

Ketika penipu mempunyai cukup informasi untuk berpura-pura menjadi kamu, ini disebut pencurian identitas (identity theft). Mereka bisa menggunakan informasi bank kamu untuk hal-hal yang tidak baik, bahkan untuk menipu orang lain juga. Jadi pastikan kamu melindungi privasi kamu saat mencari kerja.

Terdengar terlalu bagus

Kamu tidak pernah mengirim lamaran, namun mereka mengaku melihat resume kamu di suatu tempat online. Mereka terkesan dan ingin merekrut kamu sekarang, dengan jam kerja pendek dan gaji yang tinggi, katanya.

Biasanya ini sering terjadi pada pencari kerja yang merupakan seorang fresh graduate dimana masih minim pengalaman dalam mengikuti suatu proses rekrutmen.

Ini bisa jadi sebuah keajaiban, atau lebih realistisnya sebuah penipuan. Jika terdengar terlalu bagus tanpa ada detail yang jelas, dan jika mereka terdengar mendorong-dorong kamu untuk tanda tangan segera, maka ini adalah tanda kamu harus waspada.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Tips & tricks untuk career fair

Bagi mahasiswa, fresh graduate, ataupun yang sudah berpengalaman, career fair adalah tempat dimana peluang berlimpah. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari beberapa hari itu, kamu harus mempersiapkan diri untuk memukau para recruiter. Buat mereka jatuh cinta pada (CV) mu dan tingkatkan kesempatan diundang untuk interview kerja.

“Anggap career fair seperti sebuah interview.”

Lakukan penelitian

Cari tahu perusahaan apa saja yang akan ikut career fair, apa yang mereka lakukan, dan jika ada peristiwa yang mereka alami. Pelajari posisi apa saja yang mereka cari dan tugas-tugas yang terkait dengan pekerjaan itu. Dengan persiapan sebanyak ini, percakapan kamu dengan recruiter bisa terdengar seperti ini:

“Saya baca soal merger dengan Perusahaan X baru-baru ini. Saya yakin saya bisa berkontribusi untuk transisi yang lancar dengan pengalaman saya sebagai Human Capital Specialist.”

Mantap. Kamu pasti akan diingat setelah itu.

Sebaliknya, jangan jadi orang yang “Hhh… ini perusahaan apaan?”. Atau lebih parah, tidak tahu apa-apa tentang posisi yang ingin kamu lamar. Sudah ada orang yang membingungkan Front End dengan Front Desk. Kamu tetap akan diingat, hanya tidak dengan cara yang baik.

Persiapkan elevator pitch

Ada belasan booth yang perlu kamu datangi dan hadapi antriannya. Recruiter harus melayani ratusan pelamar yang tidak habis-habis. Kalian berdua punya waktu yang terbatas. Inilah dimana elevator pitch akan berperan.

Elevator pitch adalah rangkuman yang sangat pendek tentang diri, pengalaman, dan prestasi kamu. Namanya berasal dari ide untuk menyampaikan dirimu, alasan kamu ingin bekerja disana, dan mengapa mereka harus memilihmu, semuanya dalam durasi naik lift (30 sampai 60 detik).

Ini adalah alat yang sempurna untuk mengambil perhatian dan membuatmu mudah diingat dalam waktu yang pendek, dan meningkatkan kesempatan untuk diskusi lebih lanjut! Jika kamu belum punya elevator pitch, silahkan mulai menulis. Dan jangan lupa untuk berlatih di cermin.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Disini akan memberikan gambaran penuh mengenai tahapan pada proses seleksi yang akan dilewati oleh kalian para fresh graduate mulai dari online presence, screening CV, psikotes, hr interview, user interview dan langkah-langkah yang bisa dilakukan agar dapat sukses menaklukannya.

6. Membangun personal branding

Di era digital saat ini, seluruh aktivitas maupun kegiatan dilakukan melalui media digital atau online. Tidak terkecuali recruiter dan talent headhunter yang juga mencari para pencari kerja sebagai kandidat terbaik untuk mengisi kekosongan posisi dalam perusahaannya. Oleh karena itu, kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan membentuk citra diri yang dikenal dengan personal branding.

Personal branding adalah proses membentuk citra diri dan menampilkan keunikanmu dibandingkan yang lain.”

Dengan membangun personal branding di media online, kamu dapat dengan mudah ditemukan oleh para recruiter perusahaan serta dapat meningkatkan reputasi dan kepercayaan diri dengan baik.

Tips personal branding yang efektif

Setelah sedikit mengenal personal branding, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan agar dapat membangun personal branding yang efektif dan tepat. Diantaranya:

Temukan sisi unik dan ciri khasmu sendiri

Kenali apa yang membedakan dirimu dengan orang lain. Untuk memulai tahap ini, kamu dapat melakukan asesmen diri melalui Dreamtalent untuk mengenal kepribadianmu, kelebihanmu, dan ketertarikanmu.

Jaga konsistensi

Ini cukup penting karena semakin konsisten dalam menampilkan konten-konten yang relevan dengan ciri khas dan ketertarikanmu, maka juga dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas yang terjalin dengan audience karena mengindikasikan bahwa kamu serius dalam menggapai ketertarikanmu.

Menjaga konsistensi ini-pun juga terbentuk dalam beberapa hal, seperti rutin atau tidaknya mempublish konten maupun isi dan desain yang dibentuk nantinya.

Perluas relasi dan networking

Setelah dapat membangun personal branding dengan baik, tentunya kamu juga harus dapat memperluas koneksi dan relasi yang terjadi di media online.

Dengan luasnya relasi, kamu nantinya juga dapat menemukan berbagai macam hal baru dari mereka dan mengetahui sudut pandang orang mengenai keberadaanmu di media online, sehingga kamu dapat meminta masukan atau feedback untuk meningkatkannya. 

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

7. Personal branding ft. online presence

70% HR perusahaan saat ini juga melihat media sosial kandidat untuk melakukan seleksi ketat mengenai siapa saja yang dapat lanjut ke tahap HR interview. Bahkan, jika kamu tidak online sama sekali, kemungkinan kamu untuk dipanggil interview kerja sangat jarang mungkin terjadi.

“57% perusahaan memutuskan tidak merekrut seseorang karena sesuatu yang di-post online.”

Lalu bagaimana agar kamu dapat membangun online presence yang kuat, profesional, relevan, dan memiliki reputasi yang baik dan dapat memberikan peluang karier yang cemerlang untuk kamu? Wahai kalian para pencari kerja, simak beberapa hal berikut, ya!

Pisahkan personal dengan profesional

Ada baiknya jika kamu mulai memisahkan kehidupan personal dengan kehidupan profesional kariermu. Ini bertujuan untuk menghindari informasi-informasi pribadi yang tidak cukup penting tersebar secara publik.

Oleh karena itu, mulailah menjaga privasi di media online mulai sekarang. Ini bukan berarti kamu dilarang untuk bersenang-senang. Dengan menjaga privasi, kamu dapat menyeimbangkan kedua kehidupan pentingmu tersebut dan dapat menikmatinya dengan nyaman dan tentram.

Selalu awasi digital footprint

Jangan pernah sampai lupakan hal ini, bahwa internet tidak akan pernah lupa dengan segala aktivitas maupun kegiatan yang pernah kamu lakukan di media online. Hal ini biasa dikenal dengan digital footprint atau jejak digital. 

“Tidak ada yang benar-benar terhapus dari internet, jadi perhatikan apa yang kamu post.”

Selalu pikirkan dampak yang akan mungkin terjadi jika kamu ingin menulis atau mem-publish sesuatu, karena apa yang sudah di post, tidak akan benar-benar terhapus dari internet. Sedikit informasi yang berkaitan ke arah yang negatif dapat berdampak kepada penilaianmu dimata recruiter nantinya.

Buat portfolio online

Ini merupakan salah satu alternatif yang dapat memisahkan antara kehidupan pribadi dengan kehidupan profesional. Dengan membentuk sebuah portfolio online di internet. Kamu dapat menjadikan wadah ini sebagai platform untuk menampilkan berbagai hasil kerja dan project yang pernah kamu kerjakan sebelumnya. 

Tidak tahu ingin buat dimana? Tenang, saat ini ada beberapa platform yang dapat menjadi tempat untuk membentuk portofolio online dan gratis. Jika kamu sudah terbiasa website personal, kamu bisa membuatnya di Blogger, Wordpress, atau Wix.com, kamu juga dapat menggunakan Medium sebagai alternatif wadahnya.

Khusus kalian yang berkarier menjadi developer, kamu bisa menggunakan Gitlab, untuk desainer bisa menggunakan Dribbble dan Behance, untuk musisi bisa menggunakan SoundCloud dan Bandcamp, dan alternatif lainnya untuk semua bidang bisa menggunakan platform seperti Quora dan StackExchange.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Online presence part 2: LinkedIn

Setelah kamu sudah membentuk personal branding pada sosial media untuk karier yaitu LinkedIn, kamu masih saja mengalami kesulitan untuk mendapat kesempatan untuk tahap interview kerja. Lalu apakah ada yang salah?

Bisa jadi, ada beberapa aspek penting yang begitu diperhatikan pada profil LinkedIn-mu. Padahal, hal ini sangat penting mengingat profil LinkedIn merupakan citra diri profesionalisme dan ketertarikan pada karier pekerjaan dan meningkatkan peluang untuk mempertemukanmu dengan karier impian yang ingin dirintis.

“Profil LinkedIn yang mencapai status pengerjaan complete menghasilkan 40x lebih banyak ditemukan pada hasil pencarian.“

Berikut tips penting untuk mengoptimasi profil LinkedIn agar lebih profesional:

Foto profil LinkedIn

Foto yang profesional dan tepat dengan karaktermu atau karakter karier pekerjaanmu dapat meningkatkan kunjungan profil hingga 21 kali lipat dan 9 kali lipat request pertemanan. 

Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu lebih memperhatikan foto yang kamu tampilkan pada LinkedIn. Jangan gunakan foto fiktif seperti tokoh kartun favorit atau karakter film kesukaanmu. Pastikan cantumkan foto terbaikmu dengan menampilkan sekitar 30% bagian tubuh atas, gunakan outfit yang rapi, dan tersenyum.

Relevansi keyword dengan karier yang dibangun

Seperti mesin pencari pada umumnya, di dalam media sosial LinkedIn juga terdapat fitur ini yang dapat menemukan berbagai macam profil orang atau konten yang relevan dengan keyword yang dicari.

Recruiter dan talent headhunter juga rutin menggunakan ini untuk mengecek profil para pencari kerja yang melamar pada salah satu posisi atau sekedar mencari pencari kerja yang bisa di engage untuk melamar di perusahaannya.

Lakukan riset untuk mengetahui apa saja keyword yang sering ditampilkan atau digunakan pada karier pekerjaan yang ingin kamu rintis, dan keyword-keyword pendukung lainnya seperti certified, leadership, kualifikasi yang relevan, dan sebagainya.

List skill yang relevan

Skill atau biasa dikenal dengan keterampilan dan kemampuan dapat memperkuat citra diri atau karier yang ingin dirintis. Bagian ini biasanya ditampilkan setelah bagian headline, summary, dan experiences.

Karena sifatnya yang mendukung bagian-bagian yang kamu cantum sebelumnya, maka pada bagian skill list ini sangat penting untuk menunjukkan skill-skill yang relevan dengan pengalaman dan karier, baik itu berkaitan dengan soft skills maupun hard skills.

Terdapat beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar profil LinkedIn kamu lebih outstanding dibandingkan kandidat-kandidat lainnya, diantaranya optimasi foto profil LinkedIn, relevansi keyword, dan list skill yang sesuai dengan karier pekerjaan.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

8. Challenge accepted: Sukses lolos screening CV/resume

Siapa di sini yang udah minta tolong buat review CV atau resumenya ke banyak orang? Bahkan sampai gak segan untuk bayar jasa review CV dan resume yang bertebaran di platform sosial media, sudah berkali-kali revisi, kok gagal lagi?

Untuk membuat CV atau resume, bukan hanya dari tata letak skill, background, dan sebagainya serta bagaimana cara kamu merangkai kata. Namun, juga perlu isi yang sesuai dan relate dengan posisi yang kamu lamar.

Kalau di CV kamu bilang lulusan IPA, tapi mau ngelamar di bidang marketing? Cuma modal nulis di summary kalo kamu tertarik di bidang itu juga gak cukup loh! Kamu wajib mencantumkan skill yang dibutuhkan pada posisi marketing, atau yang kamu lamar lainnya.

Jangan lupa untuk sesuaikan ya, kalau kamu lamar di bidang korporat seperti pemerintahan wajib banget untuk CV berbentuk ATS friendly. Nah biasanya untuk CV kreatif kamu pakai untuk lamar kerja di dunia startup, dan industri kreatif lainnya.

Jika kamu dapat memahami bagaimana membentuk CV dengan baik dan efektif, ini akan mempermudah kamu sebagai pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan lanjut ke tahap selanjutnya pada proses rekrutmen.

Membuat resume untuk pemula

Apa itu sebuah resume? Apakah harus didesain dengan keren atau tetap hitam-putih? Seberapa panjang idealnya? Apa gunanya? Bolehkah mencantumkan olimpiade fisika dari SMP? Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana caranya membuat resume yang baik untuk para pemula.

Apa itu resume?

Resume adalah dokumen singkat tentang kamu, pengalaman, pendidikan, keterampilan, prestasi, dan hal-hal lainnya yang menunjukkan bahwa kamu adalah seorang profesional yang legit (atau kandidat yang menjanjikan). 

Resume yang dibuat dengan baik dapat meyakinkan recruiter untuk memilih kamu; resume yang dibuat dengan sangat baik dapat melakukan ini sebelum dibuang setelah 6 detik. Maka dari itu, CV bisa dikatakan sebagai senjata utama kalian para pencari kerja untuk mendapatkan tujuan kalian, yaitu menjadi pekerja baru.

Tapi itu adalah masalah untuk nanti. Pertama, mari kita mulai dari topik-topik yang paling dasar — panjang, konten, desain, dan macamnya.

Panjang

Semua resume biasanya hanya sepanjang satu halaman. Mengapa? Alasannya adalah untuk kenyamanan pembaca resume kamu: orang-orang yang mempertimbangkan untuk memilihmu. Tidak ada yang punya waktu untuk baca 50 halaman cerita hidup, apalagi jika ada puluhan juta resume lain yang harus dibaca selain milikmu.

Intinya adalah untuk mencatat semua informasi yang dapat membantu meyakinkan recruiter untuk memilih kamu, lalu mencoba untuk menaruhnya dalam satu halaman.

Format

Gunakan formal reverse chronological (kronologi terbalik) untuk resume. Ini artinya kamu mencatat pengalaman, pendidikan, sertifikat, etc. mulai dari yang paling baru, dan mengakhiri dengan yang paling awal. Ini adalah format yang digunakan panduan ini.

Desain

Keputusan untuk mendesain resume biasanya tergantung industri yang ingin kamu masuki. Jika kamu mencari pekerjaan dalam industri kreatif, maka buatlah resume terlihat menarik dan keren. Tapi kalau kamu akan mengirim resume ke departemen HR bank investasi, maka sebaiknya kamu tidak menggunakan banyak warna.

Bukan artinya semua resume harus terlihat membosankan. Untuk mengawali, gunakan kolom. Cukup dengan merapikan konten menjadi 2 kolom, resume akan berubah dari daftar membosankan menjadi lebih enak dilihat. Pisahkan setiap bagian dengan garis pemisah. Gunakan font yang menarik dan juga jelas dan profesional (kalau bingung, gunakan Helvetica).

Tapi jika kamu ingin menjadi desainer grafis, maka kamu bisa (dan sebaiknya) menjadi lebih kreatif. Gunakan potret diri yang kamu buat menggunakan Illustrator sebagai gambar profil, menggantikan foto biasa. Buat icon untuk menggambarkan rating kemampuan dan bahasa, etc. Dan tentunya, selalu simpan dan kirim resume-mu dalam format PDF. Butuh contoh?

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

9. Culture fit: Cocokkah kamu dengan budaya perusahaan? 

Apa yang kamu cari saat mempertimbangkan karier untuk dijalani? Kalau jawabanmu adalah pekerjaan itu sendiri dan gaji, tidak salah, tapi kamu mungkin melupakan satu faktor yang sama pentingnya: culture fit.

Jika kepribadian adalah sekelompok karakteristik yang mendefinisikan perilaku manusia, maka budaya perusahaan (company culture) adalah “kepribadian” yang dimiliki perusahaan. Company culture adalah nilai-nilai dan prinsip yang dipegang oleh seluruh orang dalam organisasi, yang mempengaruhi bagaimana mereka berperilaku dan berinteraksi dengan pekerjaan dan orang lain — sederhananya, cara perusahaan bekerja.

Maka, culture fit adalah kesesuaian antara kamu dengan cara perusahaan bekerja, salah satunya adalah kecocokkan dengan kepribadian kamu.

Contohnya, cara orang-orang di startup kecil didorong untuk memberi ide berbeda dengan bagaimana bank besar ingin karyawannya ikut arahan dengan tepat. Bayangkan jika seorang bankir harus bekerja di sebuah startup dan sebaliknya.

Namun, culture fit bukan berarti bahwa semua karyawan dalam perusahaan mempunyai kepribadian yang sama. Hal sama yang dimiliki adalah nilai-nilai dan prinsip. Sisi lain dari culture fit adalah bagaimana nilai-nilai pribadi kamu sejalan dengan misi dan visi perusahaan.

Sebagai contoh: Walaupun kepribadianmu yang cenderung stabil dan rapi cocok dalam bank, nilai yang kamu hargai adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jika bank hanya fokus pada hasil kerja dan tidak pada pengembangan karyawan, kamu tetap akan merasa kurang cocok.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

10. Things I wish I knew #1: HR interview  

Seminggu setelah kamu mengirimkan CV/resume melalui job portal, kamu mendapatkan kabar melalui email bahwa kamu akan lanjut ke tahap interview HR yang akan dijadwalkan dua hari kemudian. Sebelumnya, congratulations! Kamu selangkah maju untuk menjadi pekerja baru setelah berusaha keras melamar di sana-sini!

Oh ya, jadi apa sih interview HR itu? Interview HR merupakan interview kerja yang dilangsungkan oleh tim HR suatu perusahaan tempat kamu melamar dan mengumpulkan informasi secara umum mengenai kepribadian, kelebihan dan kekurangan, kualifikasi dasar untuk posisi yang dilamar, dan kecocokan kandidat dengan culture perusahaan. 

Jika interviewer menilai bahwa kamu cocok dengan apa yang dicari oleh perusahaan, maka selanjutnya kamu akan memasuki tahap interview lanjutan yaitu dengan user atau pengguna yang akan menjadi atasanmu nantinya ketika bekerja.

Persiapan sebelum interview HR

Sebelum bertemu dengan HR perusahaan secara virtual, ada baiknya jika kamu juga melakukan persiapan agar interviewer dapat menilai bahwa kamu serius untuk bekerja secara langsung dengan perusahaan. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan sebelum interview kerja berlangsung, antara lain:

Kumpulkan berkas yang dibutuhkan 

Selain CV, biasanya HR juga akan memintamu untuk mengumpulkan beberapa berkas penting yang dapat mendukung CV maupun identitas pribadimu. Hal ini untuk memperlihatkan bahwa dirimu adalah seseorang yang real dan juga valid (karena tidak hanya perusahaan saja yang fiktif, manusia juga ada loh yang fiktif!).

Apa saja berkas-berkas tersebut? Biasanya untuk seorang fresh graduate, berkas atau dokumen yang diminta sebagai pelengkap adalah foto diri, ijazah, KTP, sertifikat sebagai tanda kamu pernah mempunyai pengalaman organisasi/kepanitian, atau sertifikat kompetensi jika kamu pernah mengikuti bootcamp yang relevan dengan pekerjaan.

Melakukan riset

Penting untuk melakukan riset mengenai perusahaan yang kamu lamar, seperti visi dan misi yang ingin dicapai, detail pokok pekerjaannya, CEO perusahaan, budaya yang diterapkan, dan produk yang dihasilkan atau dijual. 

Ketika kamu mengetahui informasi-informasi tersebut secara komprehensif dan dapat menjawab dengan tepat ketika ditanya oleh interviewer, kamu akan mendapat nilai lebih karena secara tidak sadar memperlihatkan kesiapan dan kesungguhanmu untuk bergabung ke perusahaan. 

Latihan public speaking

Bagian penting dalam kesuksesan interview kerjamu adalah kemampuan dan keterampilan dalam berkomunikasi lisan yang baik dan lancar di hadapan umum, atau biasa dikenal dengan public speaking

Public speaking dapat membantu kamu dalam memasarkan dirimu dan menyampaikan informasi penting dengan baik dihadapan HR. sehingga nantinya HR dapat mengingat dirimu dengan baik ketika melakukan seleksi lanjut untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan perusahaan inginkan.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Pada saat interview HR

Adapun, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan juga pada saat interview kerja agar ketika bertemu secara face-to-face dengan recruiter, kamu dapat membangun relasi yang baik dan membentuk suasana yang positif.

Santai

Jika merasa gelisah, jernihkan pikiranmu dan berfokus pada tujuan utamamu menjalankan interview tersebut. Jika terjadi hal yang buruk, ketahui bahwa itu bukan salahmu karena kamu sudah melakukan hal yang terbaik. Ingat, interview kerja hanyalah sebuah percakapan dengan perusahaan, dimana kamu kamu dan perusahaan melihat jika kalian cocok dan adalah pilihan terbaik untuk satu sama lain. Jadi, santai saja. Kamu bisa, kok.

Ambil kredit, tetap rendah hati

Tujuan dari interview kerja pada dasarnya hanyalah meyakinkan interviewer untuk memilih kamu. Oleh karena itu, kamu harus dapat memperlihatkan kelebihan dan pengalamanmu dan “jual diri” agar interviewer yakin bahwa kamu merupakan kandidat yang mereka cari.

Jangan malu-malu untuk mengakui pencapaian yang sudah kamu dapatkan dengan kerja keras. Fokus pada kontribusi yang kamu berikan dalam mencapai hasil tersebut. Walaupun begitu, tetapkan untuk rendah diri dan bersikap profesional dalam menjabarkan poin-poin tersebut. 

Terdapat beberapa tips yang bisa kamu lakukan dimana terbagi menjadi dua, yaitu 1). tips sebelum user interview berlangsung dan 2). tips ketika user interview berlangsung.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

11. Things I wish I knew #2: User interview

Selanjutnya, tahap selanjutnya merupakan proses interview user dengan calon penanggungjawab atau atasan di perusahaan tempat kamu melamar nantinya. di sini, kamu akan diukur seberapa cocok kapabilitas yang dimiliki dengan kualifikasi yang diminta pada posisi yang dilamar.

Perlu kamu ketahui bahwa pada sesi interview user ini, terdapat salah satu faktor unik yang menjadi kunci kesuksesan terbesar agar dapat diterima, yaitu seberapa cocok antara kamu dengan budaya kerja user atau atasan yang akan mempekerjakanmu.

Umumnya, pertanyaan yang diberikan akan dimulai dari yang umum hingga ke pertanyaan yang lebih teknis mengenai proses mengerjakan suatu project/tugas penting lainnya.

Sebagai pencari kerja, kamu harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik, loh! Adapun bentuk pertanyaannya antara lain:

  • Apa kamu sudah memahami job description?

  • Apa yang kamu ketahui terhadap perusahaan kami?

  • Apa saja tugas yang kamu lakukan pada posisi sebelumnya?

  • Apa prestasi yang pernah kamu capai?

  • Apakah kamu dapat bekerja secara individu maupun bersama tim?

  • Bisakah kamu bekerja dibawah tekanan?

  • Bagaimana kamu menghadapi kritik?

  • Apakah kamu sedang melamar di tempat lain?

  • Ada yang ingin kamu tanyakan?

Pertanyaan interview tersulit

Umumnya, pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut biasanya akan seperti berikut:

Ceritakan tentang dirimu sendiri?

Inti dari apa yang sebenarnya ditanyakan adalah ringkasan mengenai dirimu, tingkat pendidikan, pengalaman, dan ketertarikan. Selain itu, pertanyaan ini dapat menjadi peluang untuk membahas kelebihanmu dan mengarahkan interview ke arah yang kamu inginkan.

Untuk menjawab pertanyaan cukup dilakukan dengan jangka waktu 1-2 menit dengan ringkasan yang jelas tentang dirimu dan memberi landasan topik untuk diperbesar dalam pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

Apa saja kelemahanmu?

Cara pintar untuk menjawab pertanyaan ini dengan baik adalah dengan menyebut dan menjabarkan kelemahan yang cukup ditemukan, lalu tambahan aspek-aspek positif mengenai bagaimana cara kamu dalam mengatasi masalah tersebut.

Apa kritik tertajam yang pernah kamu terima?

Secara mendasar, pertanyaan ini disuguhkan untuk mengetahui bagaimana cara kamu menghadapi kritik yang kamu temukan pada lingkungan kerja, dan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya untuk memperbaiki diri berdasarkan dari kritikan tersebut.

Jika kamu masih bisa mengingat dengan baik apa kritik tersebut, jabarkan kembali kepada interviewer dengan tenang. Kemudian tafsirkan apa maksud dari kritik tersebut, dan bagaimana kamu menanggapinya seperti memperbaiki diri maupun mengembangkan diri.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Tips interview user

Terdapat tiga tips yang bisa kamu lakukan agar sukses ketika interview user, yaitu:

Kenali user

Kecocokan menjadi salah satu faktor penting dan cukup unik dalam interview dengan user. Oleh karena itu, pergunakan waktumu dengan baik dengan melakukan riset mengenai profil user dan budaya kerja yang diterapkannya. Kenali sifat dan kepribadiannya melalui media sosial seperti LinkedIn sehingga dapat melihat bagaimana biasanya user bekerja dan apa saja capaian yang pernah diperoleh sebelumnya.

Etika dan gestur tubuh

Sikap sopan santun dan etika merupakan salah satu faktor utama penilaian yang akan dilakukan oleh user. Sebagai seorang profesional kamu harus dapat menunjukkan rasa santun dan juga etika berpakaian yang baik dalam sebuah wawancara online karena akan merefleksikan dirimu pada lingkungan kerja nanti. 

  • Duduk yang tegak : Duduklah yang tegak tapi jangan terlihat tegang, kamu harus terlihat rileks agar tidak terlihat sedang gugup, dan kamu akan lebih terlihat percaya diri dan antusias terhadap keberadaan user dalam interview.

  • Memperlihatkan rasa antusias : Perlihatkan rasa penasaran terhadap pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan dan informasi yang disampaikan, jangan lupa untuk tetap tersenyum dengan lembut selama interview berlangsung.

  • Mengangguk sewajarnya : Ada poin dimana user akan memberikan suatu informasi atau pernyataan yang komprehensif, menganggukkan kepalamu terhadap poin-poin yang dijabarkan oleh user namun jangan berlebihan agar terkesan tidak kaku dengan suasana yang terbentuk pada sesi interview.

  • Kontak mata : Anggap bahwa kameramu sebagai mata dari user, fokus, dan berikan jawaban-jawaban yang terasa terpenuhi dengan rasa percaya diri.

Terdapat empat gestur tubuh yang perlu diperhatikan agar user interview-mu berjalan dengan sukses, yaitu duduk dengan tegak, perlihatkan rasa antusias, mengangguk sewajarnya, dan kontak mata.

Perlihatkan sisi unik dirimu

Kamu merupakan salah satu dari beberapa pencari kerja yang mempunyai peluang yang sama untuk bekerja dengan atasanmu. Oleh karena itu, sampaikan jawaban-jawaban dan informasi dirimu dengan menunjukkan keunikan yang kamu miliki sehingga kamu lebih stand out dan mudah diingat oleh user.

Sisi unik ini dapat berkaitan dengan kepribadian dan sifat, cara kamu dalam berinteraksi, dalam memandang suatu hal, dalam menanggapi suatu hal, dan lainnya. Jangan lupa bahwa sisi unik yang kamu tunjukkan harus berkaitan dengan posisi dan pekerjaan yang kamu lamar.

Agar dapat mengetahui kepribadian, sifat, dan cara berpikir kamu dengan baik dan mendalam, kamu dapat menggunakan psikotes berbasis Big Five yang terdapat di Dreamtalent.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan sebagai pencari kerja agar peluang keberhasilan diterima pekerjaan dapat meningkat lebih besar. Semoga kamu dapat pekerjaan yang cocok dengan kepribadianmu!

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Pada bagian ini akan menggali lebih dalam mengenai artikel yang berkaitan dengan mental, psikologis, kepribadian, dan mental health yang mempunyai peran penting dalam mendapatkan pekerjaan pertama kamu sebagai fresh graduate.

12. Mitos atau fakta: Introvert susah dapat kerja?

Banyak yang masih berpendapat bahwa kaum introvert kesulitan untuk beradaptasi dengan pekerjaan yang sering berinteraksi dengan orang lain.

Oleh karena itu, pendapat tersebut menggiring opini orang-orang bahwa orang introvert susah untuk mendapatkan pekerjaan. 

Terus bagaimana ya jika kamu yang baru lulus dan berstatus fresh graduate, lalu juga merupakan seseorang yang mempunyai karakter introvert?

Padahal, faktanya adalah baik introvert atau bukan itu tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. 

Fakta ini dapat diperkuat melalui studi yang dilakukan oleh Susan Cain, dimana berhasil mendapatkan data bahwa 50% dari tenaga kerja yang ada di US merupakan seorang introvert

Adapun, masih bermunculan berbagai mitos di masyarakat bahwa rekan kerja seorang introvert mempunyai kesan tidak mempunyai etos kerja tinggi, membosankan, tidak produktif, atau tidak bisa diajak berinteraksi masih sering terdengar di masyarakat umum.

Padahal, terdapat beberapa kelebihan maupun keuntungan memiliki rekan kerja introvert di lingkungan kerja, loh! Beberapa diantaranya antara lain:.

  • Mereka dapat menyampaikan ide dan gagasan yang inovatif dan matang. 

  • Jarang bergosip seputar informasi di lingkungan kerja. Mereka lebih menyukai berbincang dengan hal-hal yang bernilai dengan efektif untuk dibicarakan.

  • Lingkungan kerja dapat memberikan rasa stress yang berlebihan. Oleh karena itu, mempunyai rekan kerja introvert dapat membantu kamu dalam meringankan rasa stress tersebut. Hal ini karena mereka memiliki sifat dasar yang tenang dalam menghadapi apapun.

  • Merupakan seorang pendengar yang baik. Dalam menjalankan tugas, kita sering menemukan berbagai masalah atau tantangan yang membutuhkan masukan dari orang lain. Orang introvert bisa menjadi pilihan pertama dalam meminta hal tersebut.

Terdapat beberapa kelebihan maupun keuntungan memiliki rekan kerja introvert di lingkungan kerja, loh! Beberapa diantaranya antara lain memiliki ide dan gagasan yang cemerlang, jarang bergosip di lingkungan kerja, meringankan stress, dan merupakan seorang pendengar yang baik.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

13. Fixed mindset vs growth mindset

Merasa stuck pada kondisimu yang sekarang? Takut pilihanmu ternyata kurang tepat? Umumnya pikiran ini sering muncul pada para fresh graduate yang masih bingung mengambil keputusan ke tahap berikutnya. Pada situasi ini, tidak jarang kamu merasa sangat minat pada bidang tertentu, tapi kamu belum cukup mahir untuk menjadikannya sebagai karier.

Jika kamu tidak berusaha untuk go extra mile atau pasrah begitu saja, maka kamu masih memiliki fixed mindset. Namun, jika kamu mencoba banyak hal dan tidak menyerah untuk mendapatkan yang kamu inginkan, kamu telah memiliki growth mindset.

Kamu orang dengan tipe mindset yang mana? Tipe fixed mindset percaya bahwa bakat adalah satu-satunya hal yang berkontribusi terhadap kesuksesan. Sedangkan growth mindset percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui kerja keras dan keinginan untuk terus berkembang.

Dalam Thomas Edison State University, Russino menyatakan bahwa istilah fixed mindset dan growth mindset pertama kali diperkenalkan oleh Carol Dweck dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success.

Fixed Mindset

Orang-orang dengan fixed mindset percaya bahwa kecerdasan atau bakat adalah sesuatu yang konstan; mereka meyakini bahwa bakat adalah satu-satunya hal yang berkontribusi untuk kesuksesan mereka tanpa perlu melakukan usaha lebih. 

Dengan fixed mindset, orang yang merasa dirinya pintar tidak perlu lagi berusaha keras karena mereka sudah terlahir dengan kecerdasan dan keterampilan yang spesifik. 

Misalnya, orang dengan fixed mindset percaya bahwa ada orang yang terlahir jago matematika dan ada yang tidak. Mereka meyakini jika kamu jago matematika, itu berarti kamu memang terlahir dengan bakat atau kecerdasan di bidang tersebut, lalu kamu akan sukses karena kamu sudah memiliki kemampuan itu.

Growth Mindset

Sementara itu, orang-orang dengan growth mindset percaya bahwa mereka dengan potensi biasa saja pun bisa mencapai kesuksesan dengan kerja keras dan keinginan untuk terus berkembang. 

Mereka suka mempelajari hal baru dan berusaha keras untuk menjadi mahir dalam skill tertentu. Dengan mindset ini, bakat dan kecerdasan hanyalah modal awal.

Dengan begitu, orang-orang dengan growth mindset cenderung tidak percaya bahwa ada orang yang benar-benar pintar atau sangat jago matematika, misalnya. 

Mereka percaya bahwa semua orang bisa jago matematika selama kamu punya growth mindset dan berusaha keras untuk mencapai apa yang kamu inginkan.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Disini nantinya akan merangkum beberapa artikel mengenai bagaimana menghadapi lingkungan kerja (baik pekerjaan pertama hingga pekerjaan selanjutnya) serta informasi baik saran, tips & trick, maupun do’s & don’t seputar dunia kerja.

15. Welcome, wahai pekerja baru!

Inilah saat yang kamu tunggu-tunggu, apalagi kalau bukan datang ke lingkungan kerja pertamamu! 

Selamat, sudah menjadi pekerja baru! Kamu sudah melewati berbagai tantangan dan rintangan dari semenjak kamu menjadi fresh graduate, mencari kerja di berbagai job portal atau career fair, membagi waktu kamu untuk berbagai sesi interview kerja, hingga sampai mendapat email dari HR dimana kamu dinyatakan resmi menjadi karyawan di perusahaan mereka. Wah… cukup panjang ya perjalanan kamu…

Tapi tunggu dulu, masih terdapat beberapa tantangan dan kendala yang lain harus dihadapi oleh kaum fresh graduates sebagai pekerja baru, baik gosip atau mitos seputar mereka, maupun kehidupan kerja yang harus mereka hadapi nantinya, tantangan tersebut antara lain:

  • Minim pengalaman

  • Persaingan yang ketat

  • Overwhelmed dengan tekanan dan beban dari pekerjaan baru

  • Bekerja dengan karakter orang yang beragam

  • Beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja yang berbeda 

Mengetahui itu semua, rasanya perasaan berbahagia setelah melewati berbagai rintangan dan tantangan yang sudah ditempuh perlahan mulai menghilang dan redup.

Tapi, tenang saja! Ada beberapa tips & trick yang bisa kamu lakukan agar kamu cepat beradaptasi pada lingkungan kerja pertamamu! Terus baca sampai akhir karena kamu akan mendapat insight yang begitu banyak untuk melaluinya dengan lancar dan efektif!

terdapat beberapa tantangan dan kendala yang lain harus dihadapi oleh kaum fresh graduates di lingkungan kerja pertamanya, baik gossip atau mitos, maupun lingkungannya. Beberapa diantaranya seperti minim pengalaman, persaingan ketat, merasa overwhelmed, sering bertemu dengan karakter orang yang beragam, dan adaptasi pada budaya yang baru.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

16. Overwhelmed di kantor baru: Normalnya adaptasi berapa lama?

Perubahan adalah hal yang lumrah saat ini. Dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, konsep tersebut berulang-ulang. Dan meskipun mudah untuk mengungkapkannya, akan tetapi apa yang terjadi tidak sesederhana itu.

Jika kamu membawanya ke bisnis dan lingkungan kerja, baik organisasi maupun individu, harus menghadapi perubahan secara terus-menerus.  Maka kamu akan memahami bahwa, adaptasi terhadap perubahan adalah salah satu kemampuan untuk mengubah dan mencapai tujuan tertentu. 

Dengan kata lain, berada di fase overwhelmed itu adalah kapasitas yang diperlukan untuk mengambil berbagai perubahan yang berkaitan dengan rutinitas yang biasa kamu lakukan, tidak menawarkan perlawanan dan menerima untuk melakukan hal-hal yang berbeda jika keadaan menentukan.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Seberapa penting membangun relasi dengan rekan kerja?

Kalau sama rekan kerja ngomong seperlunya aja.

Hati-hati sama teman kantor, salah ngomong bisa jadi petaka.

Tembok kantor bisa dengar loh, jangan ngobrol sama temen kerja.

Kamu pasti sering dengar kalimat di atas, dan secara gak langsung membuatmu sedikit takut untuk membuat space bersama mereka, untuk sekedar basa-basi atau makan siang bareng. Padahal ruang lingkup kerja gak semenakutkan itu kok.

Kamu masih bisa membangun relasi, untuk sekedar di kantor atau partner hangout di hari libur. Memang akan ada aja orang toxic, tapi itu bukan berarti kamu harus menutup diri, apalagi jika rekan kerjamu sudah berusaha untuk membangun pertemanan.

Pentingnya punya relasi dalam lingkup kerja

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain. Dalam ruang lingkup kasual maupun profesional, karena sejatinya manusia adalah individu yang membutuhkan dukungan, persahabatan, dan kebahagiaan.

Dan kita semua juga tahu, bahwa ruang lingkup profesional tidak hanya sekedar bekerja, mengerjakan suatu perintah dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, selama 5 sampai 6 hari. Namun juga tentang terhubung satu sama lain untuk perkembangan individu maupun bisnis, sebab manusia butuh yang namanya berinteraksi antar sesama.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Multitasking: Kelebihan atau berlebihan?

Pernahkah kamu melihat sebuah lowongan pekerjaan yang meminta kandidatnya memiliki skill multitasking? Apakah itu merupakan salah satu keterampilan yang harus kamu kembangkan sebagai pencari kerja atau tidak?

Tapi jika tidak kamu kembangkan, peluang kamu untuk bekerja dapat dikatakan menurun karena banyak lowongan yang meminta keterampilan ini. Jadi apakah keterampilan dapat menjadi sebuah kelebihan atau hanyalah berlebihan? 

Sebenarnya, tahukah kamu kamu bahwa pada dasarnya kita sebagai manusia itu tidak dapat mengembangkan keterampilan multitasking ini dengan baik dengan sempurna. Apalagi, keterampilan ini bahkan bisa membuat kamu merasakan dampak buruknya dibandingkan dampak baiknya. 

Oleh karena itu, kamu harus mengetahui dengan baik keterampilan ini. Sampai batas mana kamu menggunakannya, dan mengetahui cara untuk melakukannya.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

17. Jangan takut memberikan saran di lingkungan kerja

Saat sedang rapat, baik online maupun offline, kamu pasti pernah berhadapan dengan sebuah kondisi yang mengharuskan kamu menyampaikan opini yang berbeda dengan sudut pandang orang lain, atau mungkin saran yang terkesan harsh opinion.

Mengemukakan saran di lingkungan kerja merupakan hal yang harus dilakukan dengan sejelas mungkin tanpa mengurangi esensi profesionalisme. Menyuarakan opini kamu tentang suatu masalah tanpa memperhatikan perasaan orang lain bisa membuat kamu mengalami konflik di kantor; dan kalau saran kamu diucapkan di waktu yang salah, bisa jadi kamu dianggap tidak sensitif dengan kondisi dan situasi yang ada.

Tetapi, kalau kamu berpikir bahwa saran kamu itu penting untuk kebaikan tim, maka kamu harus speak up. Hal ini dilakukan dengan cara yang profesional, dan tentunya tanpa menyinggung orang lain, membuat kesan yang salah, atau membuat orang lain merasa nggak enakan.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk menyampaikan saran di lingkungan kerja

Dengarkan saran orang lain dengan seksama

Saat kamu telah mendengarkan sudut pandang rekan kerja kamu dengan baik, maka kamu akan lebih memahami maksud dan keinginan mereka. Hal ini perlu kamu lakukan agar kamu tidak dianggap semaunya sendiri, dan juga membuat kamu bisa menyampaikan saran kamu tentang sebuah masalah dengan cara yang lebih sopan tanpa meninggalkan esensi profesionalisme. Persiapkan apa saja yang harus kamu sampaikan, sehingga kamu akan merasa lebih percaya diri saat menyampaikan poin yang harus kamu utarakan saat meeting.

Hindari terlalu sering menginterupsi saat seseorang sedang berbicara, agar kamu tidak menimbulkan kesan tidak tertarik dengan apa yang rekan kerja/atasan kamu bicarakan. Berikan solusi-solusi kamu terhadap masalah yang sedang kamu bahas setelah presentasi selesai.

Berikan masukan secara positif

Dalam konteks ini, memberikan masukan positif berarti kamu tidak serta merta menyuarakan ketidaksetujuan kamu terhadap apa yang sudah dijelaskan oleh atasan dan/atau rekan kerja kamu. Apresiasi terlebih dahulu kerja keras mereka, setelah itu kamu bisa memberikan saran kamu tentang masalah yang dibahas. Dengan begitu, orang lain pun bisa memahami sudut pandang dari saran yang akan kamu sampaikan.

Berikan feedback yang konstruktif

Saat kamu memberikan feedback kepada sesama rekan kerja, perhatikan dengan pemilihan kata yang kamu gunakan agar tidak terdengar terlalu kasar atau terkesan negatif. Menurut beberapa orang, mungkin hal ini terkesan sulit dilakukan, tetapi tetap harus dilakukan demi kemajuan dan masa depan perusahaan. Fokus pada tujuan, berikan psychological safety, dan simpulkan apa yang harus dilakukan dan dihindari di masa depan.

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk menyampaikan saran di lingkungan kerja, diantaranya mendengarkan saran orang lain dengan seksama, memberikan masukan secara positif, dan memberikan feedback yang konstruktif.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Toxic workplace: apa yang bisa kamu lakukan?

Sebagai pekerja baru pastinya kamu masih cukup awam dengan bagaimana lingkungan kerja di tempat baru. Kamu pastinya akan merasa takut merusak reputasi di hari pertama atau berselisih paham dengan rekan kerjamu nantinya.

Pikiran-pikiran tersebut bisa terbilang wajar, kok. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak semua orang memiliki cara berpikir yang sama. Tapi, jika perselisihan tersebut berlanjut dan sampai berlarut-larut, tentunya akan membuat kamu lelah, baik secara mental, fisik, hingga mengganggu produktivitas kerja. Hal yang baru saja dijelaskan tadi merupakan definisi dari toxic workplace, loh!

Ciri-ciri toxic workplace

Hal ini biasa terjadi saat para karyawan yang bekerja dalam sebuah perusahaan membudayakan kebiasaan-kebiasaan yang menimbulkan toxic workplace itu sendiri. Hal yang paling sering ditemui dari toxic workplace, antara lain;

Drama

Banyak hal yang dapat muncul dari drama yang terjadi di kantor, seperti; timbulnya rasa tidak percaya antara sesama karyawan, munculnya kubu atau inner circle di antara sesama karyawan, dan yang paling sering: gosip!

Bullying di tempat kerja

Bullying atau perundungan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Saat kamu sudah merasa diancam, dikucilkan, dipermalukan, dan diintimidasi (baik secara verbal maupun fisik) oleh teman kerja kamu, hal ini bisa kamu laporkan ke HRD, loh. Bullying dalam bentuk apapun tidak bisa ditoleransi sama sekali.

Komunikasi yang tidak lancar

Tidak lancarnya komunikasi dapat mengakibatkan banyak hal, antara lain; takut untuk menyampaikan pendapat, kurangnya feedback dari atasan kepada karyawan, negatifnya respon yang didapat saat menyelesaikan pekerjaan, dan merasa ragu untuk berkata jujur saat hal tersebut diperlukan kepada sesama karyawan dan atasan.

Karakter atau ciri-ciri yang sering ditemukan pada lingkungan kerja yang toxic adalah lingkungan kerja yang penuh drama, terjadinya tindakan bullying, dan komunikasi yang buruk antar rekan kerja. Hal ini akan menimbulkan beberapa efek samping seperti kelelahan yang berlebih, kesehatan mental yang menurun, dan merasa kurang aman dalam bekerja.

Efek samping dari toxic workplace

Efek samping dari tempat kerja yang toxic dapat mempengaruhi diri kamu sebagai karyawan, dan tentunya produktivitas kerja kamu sendiri. Apakah kamu sering berpikir untuk keluar dari tempat kerja kamu? Itu salah satu efek yang kamu dapat rasakan dari toxic workplace

Efek samping lain yang bisa kamu rasakan dari adalah meningkatnya tingkat stress, kecemasan, dan rasa lelah. Bahkan tidak mustahil kalau kamu merasakan burnout. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendiagnosa bahwa burnout yang kamu rasakan saat bekerja merupakan diagnosa kondisi kesehatan yang nyata adanya.

Selain itu, kamu juga merasa tidak aman saat berada di lingkungan kerja jika adanya diskriminasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh sesama rekan kerja atau bahkan atasan kamu.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

18. Budak korporat juga manusia

Kamu adalah seorang karyawan yang setiap hari mengeluh tidak adanya work-life balance? Mengeluh banyaknya workload yang ga setara sama penghasilan? Cuti tapi masih ditelpon masalah kerjaan? Sebagai karyawan kamu punya hak-hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan lho. Ini dia hak-hak kamu sebagai karyawan.

Uang lembur

Atasan kamu meminta kamu untuk stay di kantor lebih lama? Atau atasan kamu meminta untuk kamu menyelesaikan pekerjaan saat weekend? Eits, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai lembur. Waktu kerja diatur dalam UU Cipta Kerja, apabila melebihi waktu yang ditentukan maka itu termasuk lembur. Kamu sudah seharusnya mendapatkan uang lembur tanpa harus memintanya. 

Di dalam UU Cipta Kerja Pasal 78 cluster Ketenagakerjaan, dinyatakan bahwa: “Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur. “

Cuti

Setiap pekerja memiliki hak untuk mengajukan cuti yang sekurang-kurangnya adalah 12 hari kerja dalam satu tahun kerja. Saat cuti kamu tidak berkewajiban untuk melakukan pekerjaan termasuk menjawab telepon mengenai pekerjaan. Kamu berhak menikmati cuti tanpa dihantui oleh pekerjaan. 

Karyawan perempuan memiliki hak cuti lebih saat haid, hamil, dan melahirkan. Manfaatkan seluruh cuti yang telah diatur oleh pemerintah. Apabila atasan tidak mengizinkan kamu untuk mengambil cuti itu artinya hak kamu telah dilanggar. Kamu berhak atas cuti, jadi coba komunikasikan dengan atasanmu mengenai alasan cuti kamu.

Perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja

Dalam UU Ketenagakerjaan, karyawan memiliki hak untuk diberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Pemerintah telah menyediakan layanan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh tenaga kerja di Indonesia. Apabila perusahaan kamu tidak memfasilitasi kamu, minimal dengan BPJS, kamu bisa mengkomunikasikan pada perusahaan mengenai jaminan kesehatan karyawan.

Perlindungan kesehatan yang dimaksud, bukan hanya kesehatan fisik, tetapi kesehatan mental juga. Apabila kamu merasa tekanan dari atasan kamu terlalu besar dan berada pada toxic workplace, kamu lebih baik mengkomunikasikannya dan berani untuk berkata “tidak” pada atasanmu agar kamu juga tidak terjebak dalam hustle culture.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Work life balance, ketika hidup dan pekerjaan seimbang

Saat ini banyak rekan sesama kerja kita yang merasa kesehatan mentalnya terganggu, mengalami stress, burnout, depresi hingga anxiety. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa kondisi yang berhubungan dengan gaya hidup ketika bekerja seperti beban kerja yang berlebih dan aktivitas kerja yang melewati jamnya. 

Hal ini sangat mempengaruhi waktu istirahat dan hubunganmu dengan sahabat dan keluarga. Akibatnya kamu merasa kurang bahagia dan semakin tertekan dalam menjalani hidup di kemudian hari. 

Padahal, jika kamu ingin memperbaiki diri agar dapat mencegah kondisi tersebut, ada solusinya, loh!

Yaitu menciptakan gaya hidup kerja yang seimbang atau sering disebut dengan work life balance

Manfaat work life balance

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika kamu dapat mencapai hidup yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan personal (work life balance). Manfaat ini dapat kamu rasakan bahkan ketika kamu sedang bekerja sekalipun, loh!  

Hidup terorganisir dengan baik

Dapat menerapkan pola hidup yang balance bisa membuat kamu dapat membagi waktu secara seimbang, tidak akan berlebihan juga tidak akan mengalami kekurangan. Apapun kegiatan atau aktivitas yang kamu lakukan pastinya akan terorganisir dengan baik. 

Disisi lain kamu juga tidak akan cepat lelah dalam menjalankan pekerjaan sesuai jam yang sudah ditentukan dan dapat menciptakan quality time yang baik dengan teman dan keluarga.

Kesehatan fisik dan mental terjaga

Menjalankan pekerjaan yang berlebihan dan terus- menerus dapat meningkatkan tingkat stress bahkan mengalami burnout. Kondisi-kondisi ini jika terus dirasakan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental. 

Maka dari itu dengan work life balance, kamu jadi bisa menjaga aspek penting kesehatan sehingga kamu dapat terus capable dalam menjalankan aktivitas kamu sehari-hari dan tentunya kamu akan terus merasa bahagia.

Meningkatkan produktivitas kerja

Perasaan bahagia yang terus dirasakan setiap hari bisa mempengaruhi kamu dalam mencapai kinerja yang maksimal. 

Hal ini terbukti melalui studi yang dilakukan oleh the happiness index.com di mana work life balance dapat membantu kamu mendapat pikiran mindfulness yang dapat meningkatkan produktivitas diri maupun lingkungan kerja tempat kamu berada.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Produktif atau toxic productivity?

Sejak pandemi melanda, semua orang berlomba-lomba untuk tetap produktif meskipun di rumah saja. Namun, produktif yang berlebihan juga dapat menyebabkan dampak negatif. Hal ini disebut toxic productivity.

Pada dasarnya, toxic productivity adalah kecenderungan yang tidak sehat untuk menjadi produktif setiap saat. Kamu selalu ingin “go the extra mile” di tempat kerja maupun di rumah secara berlebihan.

“Kamu hanya melihat apa yang belum dilakukan, bukan apa yang sudah dicapai.”

Apakah kamu selama ini menderita dari toxic productivity? Kenali dengan tanda-tanda berikut.

Bekerja hingga mengabaikan kesehatan atau hubungan pribadi

Menjadi seseorang yang tekun dan memiliki tekad dalam mengerjakan sesuatu memang mengagumkan. 

Namun, jika saat melakukan hal tersebut kamu mengabaikan kebutuhan dasar manusia seperti makan, minum, tidur, atau pergi ke kamar mandi, maka etos kerjamu adalah toxic productivity yang terselubung.

Pada saat yang sama, orang-orang terdekatmu juga mulai berkata bahwa kamu “selalu bekerja” dan “tidak pernah ada” yang berarti mereka berharap kamu meluangkan waktu untuk mereka.

Jika pekerjaanmu sudah membuatmu burn out, mengancam kesehatan, dan mengganggu hubunganmu dengan orang-orang terdekat, maka kamu telah mengalami toxic productivity.

Merasa bersalah saat beristirahat

Jika kamu mengalami toxic productivity, kamu mungkin kesulitan untuk memiliki “me-time” saat sedang tidak bekerja. Ketika beristirahat atau memberi diri sendiri hari libur, kamu mungkin merasa bersalah.

Kamu juga tidak jarang merasa gelisah atau hampa ketika hening, bermain, atau hal-hal yang kamu sebut sebagai kegiatan yang “tidak produktif”.

Hal terburuknya adalah, kamu merasa lebih rendah ketika kamu tidak menghasilkan, menciptakan, atau terganggu dengan membandingkan dirimu dengan orang lain yang lebih produktif.

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Hustle culture: produktif atau toxic?

Dari tren yang bermunculan di TikTok, hingga kejadian di kehidupan nyata, pasti kamu pernah mendengar yang namanya hustle culture, kan? Istilah ini sering sekali digunakan oleh banyak orang, dan terkadang hal ini menjadi gaya yang ingin diikuti oleh orang-orang agar dapat dibilang sebagai breadwinner. Sebelum dibahas, apa, sih, hustle culture itu?

Dari namanya saja, kata hustle berasal dari bahasa Inggris memiliki beberapa definisi. Tetapi, definisi yang tepat untuk konteks yang akan dibahas adalah: to make strenuous efforts to obtain; especially money or business atau yang berarti “untuk membuat usaha yang kuat untuk mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan uang dan bisnis.”

Joe Ryle, Direktur 4 Day Week Campaign, mendefinisikan hustle culture sebagai kegiatan untuk bekerja yang memerlukan waktu hingga mencapai tahapan yang tidak wajar sehingga tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk menikmati hidup. 

Dengan kata lain, hustle culture dapat didefinisikan sebagai gaya hidup yang menganggap karier adalah sebuah prioritas yang mengakibatkan seseorang untuk mengenyampingkan aspek lain dalam hidup, seperti, hobi, waktu untuk kumpul dengan keluarga dan teman, me-time, atau bahkan untuk beristirahat.

“Hustle culture membuat kamu berpikir semakin sibuknya kamu, maka semakin berharganya dirimu.” Kate Northup

Hustle culture juga membuat hampir dari kita semua berpikir bahwa the busier you are, the better you are. Padahal tidak selalu seperti itu. Mungkin terkadang kamu merasa bersalah jika kamu menghabiskan waktumu untuk sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan/ karier. Akan tetapi, jika kamu melakukannya secara berkepanjangan, kamu akan lupa kapan kamu bisa beristirahat. Jangan sampai, kamu berada di titik hidup yang membuatmu merasa bersalah saat kamu ingin beristirahat. Your body is not a machine. If you can’t take care of it, then who will?

 

Baca artikel selengkapnya di sini.

Finally!

Selamat! Dengan membaca survival guide ini hingga akhir, kamu sukses melewati tahap pertama untuk ‘lulus’ dari pencari kerja menjadi pekerja baru.

Perjalanan menuju pekerjaan pertamamu mungkin tidak mudah, tapi jangan lupa hal yang terpenting: pilih karier yang sesuai dengan dirimu, di mana kamu bisa merasa nyaman, puas, dan tentunya sukses.

Mulai dengan mengenali kepribadian dan minat kamu dengan psikotes di Dreamtalent, temukan apa karier impianmu, dan ketahui apa yang perlu kamu lakukan untuk mencapainya.

Dan tentunya, jangan pernah menyerah. Kesuksesan mungkin tidak datang dalam sehari, tapi pasti akan datang pada yang terus berjuang.

 

✌️