Blog

Coping Skills saat Stress WFH, Bagaimana Caranya?

Tempat Kerja - 09 Mar 2022 by Andi Annisa Mara Bintang

Summary. Dalam dunia pekerjaan, mengetahui cara untuk mengatur stress merupakan hal yang esensial. Terdapat dua garis besar tentang cara melakukan coping skill, yaitu; emotion-focused coping skills, dan problem-focused coping skills. Masing-masing dua cara ini digunakan berdasarkan sumber masalah yang kamu hadapi, karena tidak semua masalah memiliki cara penanganan yang sama.

Expectation. Setelah membaca artikel ini, kamu akan mengetahui bagaimana caranya untuk merespon emosi-emosi negatif yang muncul saat terjebak dalam keadaan yang membuatmu tidak nyaman, terutama di dunia kerja.

 

Setelah 2 tahun dalam kondisi yang masih rancu tentang WFH-WFO, setelah efek negatif dan juga positif yang kamu rasakan dalam kurun waktu ini, terkadang kamu masih belum betul-betul paham cara mengatasi burnout dan rasa lelah yang kita rasakan. Bahkan, tidak sedikit dari kamu yang sampai melakukan kebiasaan yang memicu unhealthy lifestyle saat WFH, loh. lalu , tidak sedikit dari kamu yang juga mengeluarkan sejumlah biaya dan melakukan sejumlah cara agar transisi WFH-WFO ini dapat membuat kamu mudah beradaptasi dan nyaman. Tentunya, hal ini dilakukan agar tingkat produktivitas tetap stabil seperti saat bekerja di kantor, kan?

 

You gotta do what you gotta do to make yourself comfortable.

 

Cara-cara yang kamu lakukan untuk mengurangi stress selama ini bisa disebut juga dengan istilah coping. Menurut Compas (2001), coping juga bisa diartikan sebagai usaha dan perilaku yang dilakukan untuk mengurangi dan mencegah rasa terancam, bahaya, takut, dan sedih. Sementara, pemahaman tentang konsep coping sendiri masih terlalu luas.

Bagaimana cara mengatasinya?

Cara yang kamu bisa lakukan untuk menghadapi emosi-emosi negatif yang kalian rasakan bisa disebut juga dengan coping skill

Lalu apa hubungannya dengan WFH?

Dari stress ringan hingga mengalami burnout, dari kerja di kantor hingga di rumah, kamu pasti memiliki cara sendiri untuk mengatasi emosi-emosi negatif yang disebabkan oleh pekerjaan kamu, atau bahkan rekan kerja kamu. Tapi, apa kamu yakin semua hal yang kamu lakukan untuk menghindari stress ini bisa dikategorikan sehat? Lalu, bagaimana caranya agar kamu bisa terhindar dari unhealthy coping mechanism?

 

Don’t do anything harmful just for the sake of a quick relief.

 

Sebelum kamu menilai bahwa coping skill yang kamu miliki itu sehat atau tidak sehat, alangkah lebih baiknya kamu memahami dulu dua garis besar dari coping skills. Yaitu, emotion-focused coping skills dan problem-focused coping skills. Apa yang membedakan keduanya?

Emotion-focused coping skills

Coping skills yang berfokus pada emosi ini berguna saat kamu menghadapi sesuatu yang menyebabkan kamu merasa cemas, takut, sedih, ataupun marah. Biasanya, emosi negatif yang kamu rasakan disebabkan oleh sesuatu yang tidak bisa kamu ubah. Contohnya, kehilangan seseorang atau sesuatu yang kamu anggap berharga padahal kamu sedang dalam kondisi bekerja. Lalu, bagaimana cara melakukannya?

 

Beristirahat sejenak

Seorang karyawan sedang berbaring di sofa kecil dengan sebuah buku catatan yang menutupi muka.

 

Beristirahat tidak selalu berarti tidur, loh! Kamu bisa saja beristirahat dengan mengistirahatkan pikiran kamu dengan berhenti sejenak dalam bekerja. Selain fisik kamu yang lelah, pikiran kamu juga bisa lelah. Mungkin kamu bisa beristirahat sebentar dengan menonton series atau film yang sudah lama ada di daftar kamu, atau kamu juga bisa bermain dengan hewan peliharaan kamu sebentar.

Beristirahat dengan tidur siang selama 10 menit pun sudah cukup untuk mengisi ulang tenaga kamu. Menurut penelitian, tidur siang memiliki beberapa manfaat, antara lain;

  • Meningkatkan kemampuan otak

  • Meningkatkan daya ingat jangka pendek

  • Memperbaiki mood

  • Mengurangi rasa lelah, dan

  • Menambah tenaga fisik

 

Melakukan hobi

Seseorang sedang menata tanaman dalam sebuah pot.

Hobi merupakan aktivitas yang bisa kalian lakukan untuk mengisi waktu luang. Seperti poin di atas, sisihkan waktu sebentar untuk melakukan hobi kamu. Mulai dari bermain alat musik, memasak, atau berkebun. You do you, bestie.

 

Meditasi

Seseorang sedang melakukan yoga di tengah pantai saat matahari terbenam.

Meditasi juga berguna untuk membantu kamu untuk lebih fokus dan peka terhadap diri sendiri. Selain itu, meditasi juga bisa menjadi teknik yang kamu lakukan untuk mengontrol alam bawah sadar kalian yang memiliki banyak manfaat juga, loh! Salah satu manfaat meditasi yang kamu bisa rasakan adalah teraturnya jadwal tidur, mengurangi kecemasan, meredakan pusing, hingga memperbaiki postur tubuh. 

Love yourself

Seseorang sedang memegang buku yang menutupi wajahnya.

Mengucapkan kata-kata penyemangat untuk diri kamu sendiri juga bisa menjadi salah satu coping skill untuk mengurangi emosi negatif dengan cepat. Kata-kata penyemangat seperti: it’s okay, you’re gonna be okay; you got this; etc, dapat membantu kamu untuk merasa lebih tenang. 

 

You have the right to feel what you feel when you’re in a triggering situation.

Problem-focused coping skills

Sementara, coping skills yang berfokus pada masalah yang sedang kamu hadapi berguna saat kamu harus melakukan sebuah tindakan yang membahayakan kesehatan mental kamu. Contohnya, saat kau sedang berada di toxic environment, mau tidak mau kamu harus segera keluar dari kondisi tersebut, kan? Lalu, bagaimana cara yang bisa kamu lakukan?

Mengatur waktu

Jam meja yang terletak di sebuah meja kayu.

Sebelum kamu mengatur waktu, alangkah lebih baiknya kalau kamu memahami tentang berapa banyak waktu yang kamu punya. Dengan begitu, kamu bisa memulai mengatur skala prioritas tentang apa saja kegiatan yang kamu harus lakukan hari ini. Mulai dari skala terkecil lebih dahulu, setelah itu kamu bisa memulai mengatur waktu kamu dalam skala yang lebih besar.

Kamu bisa memulai membuat jadwal harian, lalu mingguan, dan selanjutnya bulanan. Kamu bisa membeli planner untuk setahun, mencatatnya di kertas tempel dan meletakkannya di laptop, atau kamu juga bisa mencatatnya di smartphone dan meletakkannya di home screen kamu.

Meminta bantuan dan dukungan dari orang lain

Tumpukan lima tangan.

Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan dan dukungan orang lain. Siapa tahu, kan,  di antara dari mereka dapat memberikan kamu solusi dari masalah yang sedang kamu hadapi. Meskipun begitu, kamu tetap harus berhati-hati kepada siapa kamu bisa menceritakan masalah kamu. Ciptakan rasa dan suasana aman saat kamu bercerita dan berkeluh kesah dengan orang tersebut, dan jangan lupa untuk berterima kasih pada mereka yang sudah mendengarkan ceritamu.

 

Membangun healthy boundaries

Dua orang karyawan sedang saling berbicara membahas masalah pekerjaan.

Dengan belajar untuk mengucapkan kata “tidak” juga bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan healthy boundaries, loh! Kamu mungkin sering tidak merasa enak untuk menolak ajakan ataupun suruhan orang lain saat kamu sendiri sedang mengalami masalah, tapi terkadang masalah orang lain bukanlah tanggung jawabmu untuk diselesaikan.

Mungkin ini masih sering sekali ditemukan di tempat kerja. Maka dari itu, alangkah baiknya kalau kamu bisa mengingat bahwa tidak semua co-workers bukan seseorang yang bisa selalu kamu percayakan dengan hal yang menyangkut masalah personal kamu. Jangan sampai dengan kamu menceritakan masalah personal kamu dengan orang yang kurang tepat di lingkungan kerja kamu membawa masalah di ke dunia kerja kamu, yang mana terkadang sama sekali tidak berhubungan.

Jika boundaries yang kamu bangun mulai mengancam keselamatan dan kesehatan kamu, tidak ada salahnya kamu untuk keluar dari situasi tersebut. Kesehatanmu lebih berharga dari apapun.

 

Membuat to-do list

Jadi, hari ini kamu harus melakukan apa saja?

Menulis daftar berisi aktivitas apa saja yang kamu harus lakukan hari ini juga bisa membantu kamu dalam bekerja. Hindari multitasking agar tidak membuat pikiran kamu bercabang banyak. Pikiranmu yang bercabang kemana-mana akan membuatmu jauh lebih stress dan tingkat produktivitas kamu menurun saat bekerja.

Kenali Akar Masalah dan Cara Mengatasinya

Setelah membaca jenis dan cara coping skill di atas, alangkah lebih baiknya kamu mengenali masalah yang kamu hadapi sebelum mengambil cara mengatasinya. 

 

Dengan Dreamtalent, kamu bisa mengenali kepribadian kamu lebih dalam dengan mengikuti assessment test yang tersedia. Setelah mengikuti tes psikometri di Dreamtalent, hasil tes tersebut bisa membantu kamu dalam bereaksi pada situasi yang memerlukan tindakan coping skills tersebut. Sehingga, kamu bisa mengetahui cara terbaik dalam menghadapi setiap masalah yang menghampiri. 

Related Blog

Annisa Novianty - 05 Aug 2022
Andi Annisa Mara Bintang - 04 Mar 2022
Andhika Pramudya - 09 Sep 2022