Anti Boreout: 5 Skill Yang Bisa Kamu Asah di Rumah
Pengembangan Diri | 06 Sep 2022 | By Yehezkiel Faoma Taslim
Anti Boreout: 5 Skill Yang Bisa Kamu Asah di Rumah

Summary. Fase boreout adalah keadaan mental yang stress karena tidak adanya produktivitas dalam sehari-hari, tapi kamu bisa mulai dengan coba beberapa skill, seperti pelajari bahasa asing, ikut bootcamp, gabung volunteer, hadiri webinar, atau belajar memahami diri sendiri untuk mengasah kemampuan dirimu, dan keluar dari fase boreout.

Expectations. Setelah membaca artikel ini, kamu dapat mengetahui aktivitas apa saja yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengembangkan skillmu.

 

Hampir semua populasi manusia pasti pernah merasakan stress akibat burnout, toxic productivity atau tekanan lainnya. Nah, biasanya kunci dari itu semua yaitu rehat sejenak ambil waktu untuk diri sendiri, misalnya me time dengan melakukan berbagai macam hobi seperti baca buku dan nonton film. Atau untuk kaum ekstrovert, biasanya hangout seharian atau pergi berlibur bareng teman-teman. 

Tapi, tau juga gak sih kalau ada yang namanya fase boreout? Ini adalah fase stress karena gak ada kesibukan apa-apa, setiap hari aktivitasnya cuma wasting time dengan scroll sosial media, nongkrong sana-sini, dan sebagainya. Apalagi buat tipikal orang yang dulunya sibuk 24/7 terus tiba-tiba harus gak ngapa-ngapain tuh pasti rentan banget kena boreout.

 

Orang dengan toxic productivity mudah terserang boreout.

 

Boreout: Fase stress gak ada kesibukan

Teori ini pertama kali dijelaskan pada tahun 2007 oleh dua konsultan bisnis Swiss, Peter Werder dan Philippe Rothlin, dalam buku mereka Diagnose Boreout: Boreout syndrome adalah gangguan psikologis yang menyebabkan penyakit fisik, terutama disebabkan oleh beban mental karena kurangnya beban kerja kuantitatif atau kualitatif yang memadai.

 

Salah satu alasan boreout bisa jadi karena seseorang yang terbiasa aktif bekerja kemudian berada di fase jobseeker dalam waktu yang cukup lama. Ini alasan mengapa sindrom ini relatif tidak diketahui.

 

Gejala sindrom bore-out dijelaskan oleh psikoterapis Frankfurt Wolfgang Merkle mirip dengan sindrom kelelahan. Ini termasuk depresi, kelesuan dan insomnia, tetapi juga sakit kepala dan pusing

Cara menghadapi fase boreout

Gejala sindrom boreout dijelaskan oleh psikoterapis Frankfurt Wolfgang Merkle mirip dengan sindrom kelelahan, diantaranya:

 

  • Depresi

  • Kelesuan

  • Insomnia

  • Sakit kepala

  • Pusing

 

Akan tetapi fase ini lebih mudah untuk ditangani sebelum mulai memburuk, 3 tips yang bisa kamu lakukan untuk cegah fase boreout terlalu lama:

1. Buat schedule harian

Emang sih pasti awalnya berat, apalagi kalau jam tidur sudah tidak teratur. Kadang tidur larut malam, besoknya bangun kesiangan, hasilnya jadwal yang dibuat cuma jadi wacana belaka. 

 

Ini perlunya niat akan perubahan dirimu di sela-sela scroll sosial media waktu malam, coba pikirkan apa yang ingin kamu lakukan besok setelah bangun tidur. Misalnya membuat anyaman baru dari bahan wol, atau belajar membuat kue dari resep yang kamu lihat di timeline sosial media.

 

2. Mulai pola hidup sehat

Kelamaan di rumah pasti membuat kamu bosan, namun juga males gerak dalam satu waktu. Coba untuk mulai memilih dalam makanan apa yang ingin kamu cerna, kurangnya gerak juga harus disertai dengan mengurangi asupan lemak dan gula agar tidak terjadinya obesitas. Kamu juga bisa mulai melakukan workout pada pagi atau sore hari, dengan mengikuti gerakan di Youtube.

3. Belajar skill baru

Tanya dirimu sendiri, kira-kira kamu suka pekerjaan di bidang apa? Industri kreatif seperti membuat konten, menulis, dan bernyanyi? Atau kamu senang aktivitas seru di dapur seperti memasak dan membuat kue? Bisa juga cari pengalaman yang sekiranya akan dibutuhkan lima sampai sepuluh tahun kedepan.

 

Misalnya belajar tentang dunia software. Atau mungkin kamu merasa perlu pengembangan soft skill seperti public speaking dan bagaimana caranya menjalankan teamwork dengan baik. Nah 5 skill ini bisa kamu asah selama di rumah:

 

5 skill yang bisa kamu asah selama jadi jobseeker

Seperti sayap-sayap burung, semakin lebar sayapnya maka semakin tinggi juga terbangnya. Kamu bisa pilih salah satu atau mengikuti semua tips di bawah ini untuk meningkatkan keterampilanmu.

 

Dengan begitu akan ada banyak peluang yang bisa kamu tempatkan, misalnya menjadi translator, bekerja pada posisi baru sesuai passion, percaya diri berbicara depan banyak orang, dan lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian. Berikut 5 skill yang bisa kamu asah di rumah:

1. Pelajari bahasa asing

Pasti sudah tidak awam lagi bahwa banyak perusahaan yang menginginkan kandidat dengan kemahiran bahasa asing, minimal English pasif, maksudnya adalah seseorang dengan kemahiran terbatas. Bahkan beberapa yang unggul dalam posisinya, masih bisa dikalahkan hanya karena orang tersebut menguasai bahasa asing.

 

Bahasa asing yang biasa dicari perusahaan seperti bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea. Tergantung kamu ingin bekerja dan memberikan kontribusi dimana, biasanya untuk perusahaan dibawah naungan Korea, maka minimal kandidat harus bisa bahasa Korea pasif, begitupun untuk naungan perusahaan negara lainnya.

 

Kamu bisa mulai belajar secara otodidak, misalnya lebih sering menonton tanpa subtitle dan mendengarkan musik serta podcast dengan bahasa asing, atau jika kamu punya teman yang handal di bidangnya, sesekali kamu boleh tanya tentang grammar suatu kalimat.

2. Ikut bootcamp

Canggihnya teknologi masa kini membuatmu bebas akses informasi sejauh mungkin, dan banyak platform yang menyediakan boot camp dari mulai gratis hingga berbayar, juga dengan berbagai macam posisi. Biasanya, setelah masa bootcamp selesai, kamu akan mendapatkan sertifikat, nantinya hal itu bisa menjadi nilai tambahan dalam melamar kerja.

 

Bahkan beberapa penyedia platform juga bisa menjadi akses kamu mendapat pekerjaan loh, jadi selesai masa bootcamp tidak perlu repot-repot untuk cari lowongan pekerjaan lagi. Nah, Dreamtalent adalah salah satu platform yang menyediakan program bootcamp.

 

volunteer juga berperan penting dalam mengasah soft skill karena nantinya kamu akan diminta untuk mengutarakan pendapat, untuk perkembangan dari organisasi tersebut

 

3. Gabung volunteer

Sejauh ini, volunteer juga berperan penting dalam mengasah soft skill karena nantinya kamu akan diminta untuk mengutarakan pendapat, untuk perkembangan dari organisasi tersebut. Bergabung dalam dunia volunteer juga bisa menjadi poin tambahan dalam mencari kerja, karena nantinya HR akan menilai kamu sebagai seorang individu yang aktif.

 

Dalam dunia volunteer, kamu akan diminta untuk menduduki suatu posisi, seperti ketua projek, social media admin, dan divisi lainnya. Hal ini tentu bermanfaat untuk mengembangkan skill dan tingkat percaya dirimu, volunteer bisa kamu ikuti berbasis online maupun offline.

 

Kamu bisa mendapatkan informasi seputar volunteer di akun Instagram penyelenggaranya langsung, atau akun khusus untuk info-info seputar open rekrutmen anggota volunteer dari berbagai macam organisasi.

4. Hadiri webinar

Tidak jarang instansi pendidikan, perusahaan, atau organisasi kesukarelawanan banyak yang membuat acara seminar online dengan banyaknya topik yang menarik. Dari mulai kesehatan mental, karir, dan masih banyak lagi.

 

Beberapa dengan sistem gratis maupun berbayar, terkadang penyelenggara juga akan mengadakan sesi games dan tanya jawab dengan hadiah sebuah doorprize, sharing materi selama webinar berlangsung via grup Whatsapp atau akan memposting hasil selama webinar di Youtube dan fitur Instagram.

 

Sehingga nantinya kamu bisa nonton atau mempelajari ulang, kamu juga bisa kunjungi platform Youtube Dreamtalent untuk menonton acara webinar yang sudah dilakukan sebelumnya tentang career fair. Nah sertifikatnya juga bisa jadi nilai tambahan untuk CV kamu.

5. Belajar memahami diri sendiri

Kamu pernah gak sih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya kamu mau, dan kamu bisa lakukan untuk perkembangan dirimu sendiri? Karena selalu merasa stuck disitu-situ aja, dan ngerasa apa yang kamu kerjakan selalu salah.

 

Entah salah jurusan, bukan bagian dari passion, dan sebagainya, sampai kamu merasa mudah boring. Terus akhirnya jadi insecure sendiri deh, “kok cuma aku yang gak punya bakat?”

 

Nah, coba deh untuk berlatih mengerjakan psikotes pada platform penyelenggara psikotes online, karena tidak hanya berguna untuk mendapatkan bayangan mengenai soal psikotes yang sebenarnya. Tapi juga bisa mengetahui karakteristik dirimu sendiri, sehingga kamu bisa menjadi lebih kenal akan dirimu, dan apa yang harus kamu pilih dalam perkembangan karir.


Kamu bisa mulai mengerjakan psikotes di Dreamtalent, karena menggunakan sistem psikotes Big Five di mana hasil yang didapat sangat akurat, Dreamtalent juga menyediakan rekomendasi karir yang cocok dengan hasil tes yang sudah kamu kerjakan.