KRL Sumpek Nambah Work Fatigue? Ini Cara Atasinya!
Tempat Kerja | 30 Jun 2023 | By Dreamtalent Blog Writer
KRL Sumpek Nambah Work Fatigue? Ini Cara Atasinya!

Summary: Work fatigue atau kelelahan bekerja adalah hal yang sudah sangat umum terjadi. Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa work fatigue yang terus-terusan terjadi akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan kita. Work fatigue atau job burnout biasa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketidakseimbangan antara kehidupan personal dan kerja, hingga tidak adanya dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui artikel ini, kamu dapat menemukan cara-cara untuk mengatasinya, mulai dari mencari support, evaluasi, hingga istirahat yang cukup. 

 

Expectations: Setelah membaca artikel ini, kamu dapat mengenal dan memahami maksud dari work fatigue. Kamu juga dapat mempertimbangkan cara-cara dibawah untuk mengatasi permasalahan work fatigue.



Pernah gak sih kamu, di hari kerja tapi rasanya malas banget, rasanya badan kayak mau copot, padahal masih di awal bulan? Ditambah lagi kesal karena KRL yang selalu sumpek ketika kamu berangkat kerja.

 

Pasti kamu ingat kan beberapa waktu yang lalu, kasus KRL yang setiap harinya pasti memiliki jumlah penumpang yang membludak. Mulai dari armada yang sedikit, jadwal KRL dengan jarak yang terlalu jauh, hingga terus meningkatnya pengguna KRL. 

 

Apa sih hubungannya KRL yang sumpek dan penuh dengan kerja? Tentu saja aktivitas kita di luar kantor pasti mempengaruhi kinerja kita dan juga pekerjaan kita nantinya. 

 

Bayangkan saja, kamu harus berangkat dari rumah pukul 5 pagi untuk mengejar kereta. Sampai di stasiun, ternyata penumpang sudah menumpuk dan lebih parahnya lagi ketika masuk ke dalam gerbong kereta, semua penumpang memaksakan masuk walaupun gerbong sudah penuh. 

 

Eh, belum juga sampai kantor tapi badan udah capek duluan. Terus gimana kita mau kerja kalau belum apa-apa tapi udah capek? Sederhananya, bahkan aktivitas kita di luar kantor, contohnya seperti perjalanan pergi dan pulang, berkontribusi membentuk work fatigue dalam keseharian kita. 

 

Sebelum kita mengenal lebih lanjut lagi terkait bagaimana cara kita mengatasinya, lebih baik jika kita mengerti terlebih dahulu apa itu work fatigue.

 

Work Fatigue, Apa Sih Maksudnya?

 

Work fatigue atau kelelahan kerja adalah kondisi yang dialami oleh seseorang karena pekerjaan yang terus menerus tidak terkendali. Work fatigue yang juga sering dikenal dengan istilah job burnout, biasanya ditandai oleh kelelahan fisik, kelelahan mental, kurangnya motivasi, hingga penurunan kinerja.

 

Work fatigue atau kelelahan kerja adalah kondisi yang dialami oleh seseorang karena pekerjaan yang terus menerus tidak terkendali. Work fatigue yang juga sering dikenal dengan istilah job burnout, biasanya ditandai oleh kelelahan fisik, kelelahan mental, kurangnya motivasi, hingga penurunan kinerja. 

 

Kamu juga perlu tahu bahwa work fatigue dapat dirasakan oleh semua orang, dari jenis pekerjaan apapun. Selain tanda-tanda di atas, seseorang yang mengalami work fatigue juga biasanya kesulitan untuk berkonsentrasi, memiliki emosi yang kurang stabil, atau kesulitan tidur. 

 

Nah, work fatigue ini bukan permasalahan yang bisa kamu anggap sepele ya. Karena, kalau kamu terus menganggap remeh work fatigue, lama-kelamaan dampak work fatigue dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi. 

 

Konsekuensi yang mungkin sesekali kamu terima jika meremehkan work fatigue adalah sebagai berikut: 

 

  • Stres yang berlebihan

  • Kelelahan

  • Insomnia

  • Kesedihan, kemarahan, atau lekas marah

  • Penyakit jantung

  • Tekanan darah tinggi

  • Rentan terhadap penyakit

 

Penyebab Work Fatigue

 

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami work fatigue, mulai dari lingkungan kerja yang tidak mendukung hingga kurangnya dukungan.

 

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami work fatigue, yaitu: 

 

1. Kurangnya Kontrol

 

Ketidakmampuan untuk mengambil keputusan yang mempengaruhi pekerjaan kamu loh, contoh mudahnya seperti jadwal, penugasan, atau beban kerja, dapat menyebabkan kelelahan kerja. Sama juga dengan kurangnya sumber daya yang kamu butuhkan untuk melakukan pekerjaan kamu.

 

2. Ekspektasi Pekerjaan Tidak Jelas 

 

Ketidakjelasan akan struktur dan apa yang diharapkan oleh atasan kita, otomatis kamu akan merasa tidak nyaman. Kamu akan selalu memiliki pikiran negatif bahwa apa yang kamu lakukan tidak pernah cukup untuk atasan dan perusahaan.

 

3. Dinamika Tempat Kerja Yang Disfungsional 

 

Mungkin kamu bekerja dan satu tim dengan rekan kerja yang sering mengganggu pekerjaan kamu di kantor, atau kamu sering merasa diremehkan oleh rekan kerja atau atasan, dan banyak yang mengatur pekerjaan kamu. Hal ini dapat memberikan tekanan dan menyebabkan stres kerja.

 

4. Kurangnya Dukungan Sosial 

 

Jika kamu merasa sendirian dan terisolasi di tempat kerja, dan bahkan dalam kehidupan pribadi, kamu akan lebih rentan merasa stres. Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan menyebabkan tekanan yang tidak seimbang dan kehidupan akan lebih berat sebelah. 

 

Jika pekerjaan kamu mengambil banyak waktu dan tenaga sehingga, ini adalah salah satu contoh yang membuat kamu cepat lelah dan stress karena tidak ada lagi waktu tersisa untuk dihabiskan bersama teman dan keluarga. 

 

Bagaimana Cara Mengatasinya?

 

Setiap permasalahan dan kendala yang kamu alami, pasti akan ada solusi yang dapat kamu terapkan. Berikut adalah solusi-solusinya, mulai dari evaluasi hingga mencari dukungan.

 

Setiap permasalahan dan kendala yang kamu alami, pasti akan ada solusi yang dapat kamu terapkan. Berikut adalah solusi-solusinya: 

 

1. Evaluasi  

 

Diskusikan masalah-masalah spesifik dengan atasan kamu. Mungkin kamu dapat bekerja sama untuk mengubah ekspektasi dan mencapai kompromi atau solusi bersama. Kamu bisa mencoba untuk menetapkan tujuan untuk apa yang harus diselesaikan dan apa yang dapat ditunda.

 

2. Mencari Support

 

Kamu juga bisa mengatasinya dengan mencari dukungan. Dukungan ini sebenarnya bisa kamu dapatkan dari banyak pihak, seperti rekan kerja, teman, keluarga, atau bahkan atasan. Selain itu, dukungan juga dapat kamu dapatkan melalui program-program kesejahteraan karyawan yang mungkin kamu dapatkan dari perusahaan. 

 

3. Lakukan Aktivitas Menenangkan

 

Kamu bisa mempelajari, mengikuti, dan melajahi program-program yang dapat membantu mengatasi stres seperti yoga, meditasi, atau tai chi. Ketenangan sangat dibutuhkan dalam bekerja. Ketika kamu bekerja dengan tenang, secara tidak langsung kamu sedang menghindari diri dari tekanan dan stress. 

 

4. Berolahragalah

 

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu kamu mengatasi stres dengan lebih baik. Hal ini juga dapat mengalihkan pikiran kamu dari pekerjaan. Kamu bisa melakukan olahraga-olahraga favoritmu dan kamu juga dapat berolahraga dengan mengajak teman-teman. 

 

5. Tidur Yang Cukup

 

Tidur adalah obat yang paling penting untuk kesehatan. Dengan tidur yang cukup, itu dapat memulihkan kebugaran dan membantu melindungi kesehatan kamu. Tidur yang cukup juga akan membantu kamu bangun keesokan hari dengan semangat yang baru lagi. 

 

Tanpa kamu sadari, kamu juga pasti pernah merasakan work fatigue. Jika kamu mengalami work fatigue atau job burnout, masalah ini harus segera kamu atasi. Bayangin aja, udah dibela-belain bangun pagi, naik KRL sumpek, ruang bergerak terbatas, tapi kerjaan yang kita lakukan gak bikin kita bahagia, ujung-ujungnya malah muncul work fatigue. 

 

Agar hal ini tidak terjadi, kamu bisa melakukan penanganan seperti cara diatas. Namun, selain cara-cara diatas, kamu dapat mengatasi work fatigue ini dengan cara yang lebih mudah, yaitu dengan bekerja sesuai dengan minat. Tapi, gimana caranya biar kita tahu minat kita apa?

 

Caranya mudah sekali, kamu bisa mengenali diri kamu lebih dalam lagi melalui tes psikometri seperti yang tersedia di Dreamtalent. Dari tes psikometri ini, kamu bisa mengetahui secara luas dan detail kepribadian, perilaku, minat, dan motivasi kamu dalam bekerja.