Media Sosial Dalam Perusahaan: Ada High Risk Maka Ada High Reward
Karier | 13 Jun 2023 | By Dreamtalent Blog Writer
Media Sosial Dalam Perusahaan: Ada High Risk Maka Ada High Reward

Summary: Menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran di perusahaan memang terbilang mudah dan high reward, namun tentu saja juga dengan high risk, apalagi jika Anda blunder.

Expectation: Setelah membaca artikel ini, Anda sebagai pihak perusahaan bisa lebih hati-hati dalam menggunakan sosial media sebagai alat marketing produk dan perusahaan Anda agar bisa mendapatkan high reward dan menghindari blunder. 

 

Di era digital ini tentu media sosial sudah menjadi alat yang umum digunakan untuk berbagai keperluan, tidak terkecuali keperluan untuk perusahaan. Menurut laporan We Are Social berdasarkan dataindonesia.com, jumlah pengguna media sosial yang aktif di Indonesia adalah sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi dalam negeri.

Meski demikian, tidak sedikit juga perusahaan yang mempergunakan media sosial tanpa memperhatikan reaksi yang akan ditimbulkan dari penggunaan sosial media tersebut dalam memasarkan perusahaan atau produk dari perusahaan mereka tersebut. Karena itulah meskipun menggunakan media sosial termasuk kegiatan yang high reward, tentu saja itu juga hal yang memiliki resiko yang sepadan atau high risk.

 

Apa Saja Fungsi Media Sosial

Penggunaan media sosial sudah banyak dilakukan perusahaan-perusahaan besar atau pun UKM yang baru berkembang. Banyak perusahaan yang juga melihat bahwa banyak masyarakat yang memang menggunakan media sosial sebagai sarana informasi mereka. 

Karena itu, media sosial pun bisa digunakan dalam berbagai macam aspek untuk Anda dan perusahaan Anda. 

  1. Alat Marketing atau Pemasaran

Media sosial memudahkan para brand untuk memasarkan dan mempromosikan produk-produk mereka. Karena banyaknya pengguna media sosial di era digital, media sosial bisa mempermudah proses pengenalan produk dan lebih efisien. 

Dengan menggunakan media sosial juga juga, Anda bisa lebih mudah menganalisis konsumen. Informasi itu pun bisa membantu proses pemasaran dan menargetkan kembali pemasaran ke target konsumen yang lebih tepat. Saat Anda dan tim Anda menggunakan media sosial dengan tepat, tentunya akan meningkatkan dan memudahkan penjualan perusahaan.

 

  1. Brand Awareness

Dengan media sosial, perusahaan bisa mengumpulkan komunitasnya dalam satu wadah tertentu. Selain mempermudah promosi, tentu saja media sosial juga bisa menjadi alat yang memudahkan suatu perusahaan dengan brand tertentu untuk meningkatkan awareness bagi konsumen.

Dengan memanfaatkan fitur-fitur pada media sosial, maka konten yang dibuat dan ditujukan untuk audience yang tepat bisa meningkatkan user engagement dan brand awareness perusahaan.

 

  1. Lebih Dekat dengan Konsumen

Media sosial bisa merubah gaya komunikasi menjadi lebih interaktif dan juga partisipatif dan menjadi dua arah, hal ini pun bisa menyebabkan adanya interaksi antara perusahaan dengan konsumen. Tentu tidak terkecuali dengan perusahaan Anda saat ini.

Media sosial juga memungkinkan konsumen agar berkomentar secara langsung dengan apa yang dibagikan dan sedang dilakukan oleh perusahaan. Karena itu, bisa mendekatkan perusahaan secara langsung kepada konsumen. 

Jika Anda memanfaatkan media sosial dan bisa berkomunikasi dengan baik dan sesuai dengan target pasar, maka penggunaan media sosial tentu akan mendekatkan perusahaan dengan konsumen bahkan menarik konsumen-konsumen baru.

Meski demikian, Anda tetap harus memahami cara penggunaannya dengan baik agar tidak menjadi blunder dan berbalik menyerang Perusahaan Anda. Karena itulah menggunakan media sosial sering disebut sebagai penggunaan yang memiliki high risk, namun juga high reward.

Ada High Risk, Tentu Ada High Reward

 

Dengan menggunakan media sosial sebagai wadah marketing dan promosi perusahaan, sebuah perusahaan bisa mendapatkan feedback dan hasil yang besar. Namun, untuk mendapatkan high reward, butuh adanya high risk. Karena itu harus berhati-hati dalam penggunaan sosial media agar tidak blunder dan merugikan perusahaan.

 

“Kenapa media sosial dianggap beresiko tinggi?”

Anda pasti paham bagaimana sebuah hal yang memiliki reward dan feedback yang baik dan besar untuk perusahaan akan membutuhkan upaya yang lebih dan memiliki resiko yang cukup tinggi atau high risk. Tidak hanya hal-hal yang terlihat dan terdengar rumit, hal itu juga berlaku dalam penggunaan media sosial, terutama dalam pemasaran dan penggunaannya sebagai wadah untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Media sosial memberikan sebuah wadah untuk perusahaan agar bisa berinteraksi secara lebih dekat dan berbeda dengan konsumen. Jika perusahaan bisa memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik, maka media sosial bisa memberikan banyak dampak positif dan besar. 

Namun begitu pula sebaliknya, jika media sosial digunakan tanpa tujuan dan landasan yang jelas, apalagi jika blunder, maka tentu saja akan ada resiko yang perlu ditanggung oleh perusahaan dan bisa menyebabkan kerugian. Karena itulah jika Anda akan mempergunakan media sosial untuk perusahaan Anda, Anda perlu tim yang memang mengerti dan mempelajari media sosial secara mendalam. 

Contoh Penggunaan Media Sosial 

  1. McDonalds

Seperti contoh brand McDonald yang melakukan beberapa trik marketing mereka dengan menggunakan media sosial, ada saat di mana mereka gagal dalam melakukannya dan menghasilkan feedback yang tidak baik dari konsumen di twitter karena dirasa tweet mereka belum siap dan tidak bagus. 

Namun mereka pun akhirnya telah mempelajari bagaimana media sosial bekerja dan berhasil menarik perhatian konsumen lama maupun baru dengan marketing mereka melalui facebook yang memanfaatkan momen adanya konser Coldplay dan mengutip salah satu lirik lagu band tersebut untuk slogan produk mereka.

Brand Mcdonald memanfaatkan momen adanya konser Coldplay untuk memasarkan produk dan brand mereka melalui media sosial dan berhasil. Membuat hasil campaign media sosial mereka menarik para konsumen untuk membeli produk mereka. Inilah yang disebut dalam High Reward saat berhasil melewati High Risk yang ada.



  1. Indihome

Begitu juga dengan blunder yang pernah dilakukan oleh Indihome, di mana mereka mempergunakan media sosial sesuai dengan fungsinya untuk mendekatkan diri dengan konsumen dan juga lebih cepat dan efektif dalam menjawab pertanyaan dari konsumen. 

Namun, bukannya menjawab dengan baik, mereka justru terpaku dengan template yang mereka miliki tanpa melihat pertanyaan yang diajukan kepada mereka sendiri. Hal ini tentu saja dikritik oleh masyarakat karena seolah-olah mereka justru malah tidak peduli dengan pertanyaan konsumen.

Merespon dan menjawab konsumen melalui media sosial memang lebih cepat dan lebih efektif, tapi karena terlalu cepat banyak juga brand yang mengandalkan jawaban template dan tidak memperhatikan isi dari pertanyaan yang ditujukan. karena itulah marketing dalam media sosial memiliki resiko yang tinggi dan dianggap High Risk dan High Reward

 

  1. Dear Me Beauty

Begitu juga dengan brand kecantikan lokal yaitu Dear Me Beauty, saat mereka memanfaatkan media sosial Tiktok untuk mempromosikan shade dari produk foundation mereka, ada yang mengomentari video tiktok mereka, 

“Mohon maaf kenapa tidak ada shade yang lebih gelap ya?”

Dan admin akun Tiktok itu pun menjawab, 

“Biasa yang komentar begini kulitnya juga bisa pakai warna yang tersedia…”

Hal itu pun jelas membuat banyak konsumen marah dan bahkan berencana untuk memboikot produk mereka karena jawaban dari admin Tiktok tersebut dianggap rasis dan arogan. Apalagi, mengetahui banyak wanita Indonesia yang berkulit sawo matang dan gelap.

Merespon dan menjawab konsumen melalui media sosial memang lebih cepat dan lebih efektif, tapi tanpa SOP yang jelas dan benar, jawaban yang salah justru akan membuat prduk dan brand diserang dan mendapatkan respon yang buruk dari konsumen dan masyarakat. karena itulah marketing dalam media sosial memiliki resiko yang tinggi dan dianggap High Risk dan High Reward

 

Pentingnya Memahami Setiap Bagian di Perusahaan Anda

Sebagai HR, tentunya Anda akan perlu mengetahui divisi dan bagian apa saja yang ada pada perusahaan Anda. Selain itu, Anda juga harus bisa menempatkan pribadi dan kemampuan yang sesuai dengan karyawan Anda pada divisi yang ada pada perusahaan Anda. 

Anda harus bisa mengenal dan mengerti kepribadian dan skill-skill yang dimiliki oleh karyawan Anda, tidak terkecuali dengan calon karyawan Anda saat sedang dalam proses rekrutmen. Anda bisa mengenali dan memahami kepribadian dan juga kemampuan yang dimiliki oleh karyawan Anda dengan memberikan tes psikometri seperti yang tersedia di Dreamtalent.

 

Anda juga bisa mengetahui lebih lanjut mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dipersiapkan sebagai HR untuk menempatkan karyawan sesuai dengan divisi dan bagiannya pada  The Ultimate 2023 HR Trends Guide.